Malam Penuh Cinta Rasul: Dzikir Khatam Kwajagan, Maulid Barzanji, dan Ziarah Rambut Suci Nabi Muhammad ﷺ
🌿 Malam Penuh Cinta Rasul: Dzikir Khatam Kwajagan, Maulid Barzanji, dan Ziarah Rambut Suci Nabi Muhammad ﷺ

“Ketika hamba berkumpul untuk mengingat Allah ﷻ, rahmat turun, malaikat melingkupi, dan hati mereka dipenuhi cahaya. Dzikir bukan hanya kata yang diucap, tetapi napas kehidupan ruhani.”
— Sultanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim al-Haqqani (ق)
Pada Sabtu malam, 18 Oktober 2025 ba’da Isya, suasana penuh cahaya iman dan cinta Rasulullah ﷺ menyelimuti masyarakat Cikarang. Ribuan jamaah berkumpul dalam Dzikir Khatam Kwajagan yang diselenggarakan oleh Laskar Sholawat, bekerja sama dengan Rumi Café Jakarta dan Haqqani Indonesia.
Acara yang dipimpin oleh Kyai Shohib Ismail dan Ustadz Ajay, serta disambut hangat oleh sesepuh setempat Kyai Badrun, berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Alunan dzikir dan sholawat menggema memenuhi ruangan, menghadirkan ketenangan batin dan pancaran cahaya spiritual di hati setiap hadirin.
Para jamaah larut dalam lantunan doa, menyatu dalam cinta kepada Allah ﷻ dan Rasulullah ﷺ. Malam itu menjadi saksi bagaimana getaran cinta kepada Baginda Nabi ﷺ masih menyala di hati umatnya — menghadirkan kedamaian, keharuan, dan air mata kerinduan kepada sosok termulia di semesta.
Puncak acara diisi dengan pembacaan Maulid Barzanji yang diiringi ziarah Rambut Suci Nabi Muhammad ﷺ — sebuah momen sakral yang menggugah hati. Ziarah ini bukan sekadar melihat peninggalan fisik, tetapi menyentuh getaran cinta yang tersambung kepada Rasulullah ﷺ.

“Ketika engkau berada di majelis dzikir, ketahuilah bahwa Nabi ﷺ hadir secara ruhani, menatap hati setiap orang yang mencintainya. Ziarah kepada peninggalannya bukan sekadar melihat benda, tapi menyentuh getaran cinta yang tersambung kepada beliau.”
— Syaikh Nour Muhammad Kabbani

Malam itu, keberkahan para Mursyid Thariqah Naqsybandi Haqqani terasa mengalir di setiap pori-pori hadirin. Seolah Syaikh Nour Muhammad Kabbani hadir secara ruhani bersama para pendahulunya, memancarkan cahaya kasih dan limpahan rahmat yang menyelimuti majelis.



Dzikir Khatam Kwajagan dan Maulid Nabi ini berlangsung lancar, hangat, dan penuh keberkahan. Kegiatan tersebut meninggalkan kesan spiritual yang mendalam, mempererat ukhuwah, menumbuhkan cinta Rasul, dan menjadi wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dengan penuh adab dan rasa syukur.
Semoga setiap langkah, setiap lafaz dzikir, dan setiap tetes air mata cinta yang tertumpah dalam majelis ini menjadi sebab turunnya rahmat, maghfirah, dan keberkahan bagi seluruh umat.
اللهم صلِّ على سيدنا محمدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين.
