Suhbah

Asal Mula Tembakau

๐Ÿ“—Asal Mula Tembakau

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูฐุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…

Grandshaykh berkata bahwa pohon tembakau (yang digunakan untuk rokok) berasal dari Iblis.

Ketika Iblis meminta izin untuk mendatangi Nabi Muhammad ๏ทบ, ketahuilah bahwa ia harus meminta izin terlebih dahulu. Kepada siapa ia meminta izin? Kepada Tuhannya. Makhluk terkutuk itu tidak dapat mendekat kecuali dengan izin Allah.

Kemudian Jibril `alaihis salam datang kepada Nabi ๏ทบ dan berkata, “Iblis akan datang kepadamu. Inilah pertanyaan-pertanyaannya, dan inilah jawaban-jawabannya.”

Lalu Iblis datang. Sayyidina Muhammad ๏ทบ bersabda, “Inilah pertanyaan-pertanyaanmu, wahai makhluk terlaknat, dan inilah jawabannya.”

Kemudian Nabi ๏ทบ meniupnya. Tiupan itu melemparkan Iblis sejauh perjalanan tujuh bulan hingga ia terjatuh.

Grandshaykh berkata, “Selama tujuh bulan ia tidak sadarkan diri. Sejauh ia terpental, selama itu pula ia pingsan. Dalam keadaan tidak sadar itu, ia terus muntah dan mengeluarkan kotoran dari kedua jalan keluarnya.” (Hadirin tertawa.)

Mengapa kalian tertawa? Awliyaullah mengetahui hal-hal yang tidak kalian ketahui. Mereka menyampaikan rahasia-rahasia yang tidak kalian ketahui.

Iblis terus muntah hingga memenuhi lubang dengan muntahannya. Itulah gambaran Jahannam, api yang sangat dahsyat. Allah menjelaskan bahwa penghuni neraka akan dipenuhi luka-luka, nanah akan keluar dari tubuh mereka, lalu mereka dipaksa meminum nanah mereka sendiri.

Semua dosa yang Iblis ajarkan kepada manusia, Nabi ๏ทบ melemparkannya kembali kepadanya dan membebankan semuanya kepada Iblis, sejak manusia pertama hingga manusia terakhir. Seluruh sifat buruk Iblis keluar melalui mulut dan bagian belakangnya.

(Hadirin tertawa.)

Mengapa kalian tertawa? (Mawlana tersenyum.) Anak-anak senang mendengar kisah seperti ini, sedangkan orang dewasa tidak menyukainya, karena justru kita yang melakukan banyak dari perbuatan itu.

Selama tujuh bulan semua itu terus keluar darinya, dan masih banyak yang tersisa. Setelah itu ia membuka matanya, seperti jam alarm yang berbunyi setelah tujuh bulan.

Tahukah kalian, ketika sampah dibuang di tempat pembuangan, setelah membusuk ia menghasilkan gas berbau busuk, yaitu gas metana. Mengapa baunya busuk? Karena itu adalah sampah. Dan apa yang dihasilkannya? Api. Api diperlukan untuk membersihkannya.

Demikian pula dengan “sampah” amal buruk kita. Tempat pembuangan itu menampung sampah semua orang sehingga semua mencium baunya. Jangan mengira diri kita bersih; akhlak buruk kita pun merupakan bagian dari sampah itu.

Dari bau busuk yang keluar melalui mulut dan bagian belakang Iblis, kemudian tumbuhlah sebuah tanaman hijau.

Ketika melihatnya, Iblis sangat gembira. Grandshaykh berkata, “Iblis memang tidak pernah bersujud kepada Allah, tetapi saat itu ia melakukan satu sujud.”

Bukan sujud kepada Nabi Adam `alaihis salam, bukan pula kepada Allah. Ia bersujud kepada dirinya sendiri, sebagaimana Fir’aun yang berkata:

> “Ana rabbukumul a’la”

“Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS. An-Nazi’at: 24)

Ia mengagumi dirinya sendiri karena dari kotorannya telah tumbuh tanaman itu.

Lalu ia berkata, “Dengan inilah aku akan menipu manusia.”

Ia merawat tanaman itu hingga tampak indah, lalu mulai menanamnya secara besar-besaran di seluruh dunia.

Iblis mengetahui bahwa ia tidak mampu menyesatkan para Sahabat Nabi ๏ทบ. Itu adalah pertempuran yang pasti kalah.

Maka ia berkata, “Kebenaran ada di sana. Biarlah aku membangun kerajaanku sendiri, kerajaan kebatilan.”

Lalu ia menyebarkan tanaman itu ke berbagai negeri.

Setelah Rasulullah ๏ทบ wafat, Iblis mendatangi berbagai kerajaan dan tempat para ulama berkumpul. Ia mengambil daun tanaman itu, menggulungnya, lalu mengisapnya sambil berkata:

> “Allahu Akbar! Akulah yang hebat! Cobalah, wahai saudaraku. Cobalah, wahai saudariku. Cobalah, istriku. Cobalah, anakku.”

Orang-orang pun mencobanya, lalu merasa senang dan terus mengisapnya.

Iblis berkata,

> “Aku akan memberi mereka kotoranku sendiri. Biarlah mereka menikmatinya. Itulah hadiahku bagi para pengikutku. Betapa bahagianya aku! Sekarang kita bisa membuat berbagai macam jenisnya. Cerutu Panama dan berbagai bentuk lainnya.”

Mengapa kalian menutup telinga? Kalian telah tenggelam sampai ke kepala dalam perkara itu, tetapi justru menutup telinga dari kebenaran.

Tentu saja ini adalah kebenaran, karena inilah kisah yang disampaikan oleh Grandshaykh.

๐ŸŒน Mawlana Shaykh Hisham Kabbani (q)

21 September 2009 โ€“ Fenton Zawiya, Michigan

#sufilive ๐Ÿคฒ๐Ÿ’š