Hati yang Dipoles oleh Seorang Mursyid
Hati yang Dipoles oleh Seorang Mursyid
Mereka memoles hati para pengikutnya. Ketika engkau, bagaikan sebuah tembok, berserah diri kepada mereka, tembok itu tidak berkata, “Mengapa engkau terus memolesku? Engkau menggosokku terlalu keras.” Tidak. Biarkan saja. Biarkan apa yang dilakukan oleh seorang Syaikh. Itulah sebabnya terkadang Syaikh menggunakan kata-kata yang keras, karena beliau sedang berbicara kepada sifat kebinatangan yang ada di dalam diri kita, agar sifat itu keluar dan lenyap.
Setelah satu sisi dipoles, sisi yang lain akan menirunya. Itulah sebabnya Nabi ﷺ bersabda bahwa seorang mukmin yang hatinya telah dipoles akan menjadi cermin bagi saudaranya. Maksudnya, seorang guru yang hatinya telah disucikan akan menjadi cermin bagi murid-muridnya. Semakin para murid mendekatinya, semakin akhlak dan sifat-sifat beliau akan tercermin pada diri mereka.
Karena itu, jika engkau mendekati seorang wali, berlaku sabda Rasulullah ﷺ:
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.”
Engkau akan mulai menyerap sifat-sifatnya. Maka bergaullah dengan orang-orang saleh. Sebaliknya, jika engkau bergaul dengan orang-orang yang buruk dan menjadikan mereka sebagai panutan, maka perilaku dan akhlak mereka pun akan tercermin pada dirimu.
Itulah sebabnya kita sering melihat banyak anak muda yang berubah karena lingkungan pergaulannya. Orang tua mereka berkata, “Anak saya bergabung dengan geng.” Lalu ia pun menjadi seorang preman. Sifat-sifat buruk seperti kesombongan, keangkuhan, kemarahan, dan tabiat yang menyerupai sifat setan mulai tampak dalam dirinya. Namun, apabila engkau bergaul dengan para Awliyaullah (kekasih-kekasih Allah), maka iman akan masuk dan tumbuh di dalam hatimu.
Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani





Views Today : 8
Views Yesterday : 87
Views Last 7 days : 910
Views Last 30 days : 1826
Views This Month : 1691
Views This Year : 3510
Total views : 3511