Dari Mi‘raj Menuju Hati Kita: Menjemput Salam Allah dengan Amal Saleh
“Dari Mi‘raj Menuju Hati Kita: Menjemput Salam Allah dengan Amal Saleh”

Ketika beliau melakukan mi‘rāj, Allāh (swt) mengatakan, “ As-salāmu ‘alayka ayyuhā an-nabiyy wa raḥmatullāhi ta‘ālā wa barakātuh ” dan apa yang diucapkan oleh Rasūlullāh (saw)? Bagaimana beliau membalas salām tersebut? Allāh (swt) mengaruniainya salām, itulah sebabnya kalian mendapatkannya. Kalian mendapatkannya dari Dia. Dia harus mengatakan, salāmun qawlan –salām harus diucapkan oleh Rabbun Raḥīm , oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.
Jadi Rasūlullāh (saw), sebagaimana yang saya dengar dari guru kita bahwa apa pun yang beliau ambil dari Allāh (swt), beliau selalu bertanya, “Yā Rabbī, apakah ini juga untuk umatku?” Dia berfirman, “Jika mereka mengikutimu dengan benar, mereka akan mendapatkannya.” Itulah sebabnya di atas sana beliau mengucapkan, “ As-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādi ’llāhi ’ṣ-ṣāliḥīn .” Semoga salām dianugerahkan kepadamu wahai Muslim, wahai Mukmin ketika kalian saleh.
Apakah saleh itu? Ketika kalian saleh, yaitu ketika kalian bermanfaat bagi orang lain; ketika kalian menjadi seseorang yang melakukan kebaikan bagi orang lain. Ketika kalian menjadi orang yang dapat menunjukkan jalan ke Surga. Jadi jika kalian mengikuti Rasūlullāh (saw) dalam mi‘rāj kalian, Allāh (swt) akan menganugerahkan kepada kalian salām tersebut, karena Rasūlullāh (saw) berdoa, meminta untuk itu di Hadirat Ilahi. Beliau bersabda, “Yā Rabbī, As-salāmu ‘alaynā wa ‘alā ‘ibādi ’llāhi ’ṣ-ṣāliḥīn.” Jika kalian orang yang saleh, kalian akan mencapai salām dari Allāh (swt) tersebut. Setelah itu kalian akan menjadi salām dari sisi lahiriah dan salām dari sisi batiniah, dan kalian akan termasuk ‘ibādu ’r-Raḥmān. Seperti itulah bagaimana kalian mengikuti Rasūlullāh (saw) untuk menjadi aṣ-ṣāliḥīn.
Apakah kalian termasuk orang-orang yang saleh? Apakah kita termasuk orang-orang yang saleh? Atau apakah kita termasuk yang sebaliknya? Yakni dari golongan mufsidīn–orang-orang yang menyebarkan korupsi dan kerusakan di bumi. Apakah kita mufsid atau kita muṣliḥ? Setiap orang dapat mengecek dirinya sendiri. Tetapi untuk mufsid, bahkan jika mereka mengaku bahwa mereka Muslim, mereka tidak akan mencapai salām itu. Salām itu hanya untuk ‘ibādi ’llāhi ’ṣ-ṣāliḥīn. Berusahalah untuk menjadi‘ibādi ’llāhi ’ṣ-ṣāliḥīn dan Allāh akan mengaruniai kalian salām baik dari sisi lahiriah maupun batiniah kalian akan menjadi refleksi dari salām sebagaimana para Syuyukh kita yang merupakan refleksi dari salām.
Itulah sebabnya Mawlānā telah mengajari saya doa, dan saya akan membaginya dengan semua. Berusahalah untuk membaca doa ini sesering mungkin. Saya sering membacanya berulang kali dalam sehari ketika saya mengingatnya walau kadang-kadang saya pun lupa, tetapi ketika saya ingat, saya akan membacanya.
اللَّهُمَّ أَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Allāhumma adkhilnī biraḥmatika fi ‘ibādika ‘ṣ-ṣāliḥīn
Ya Allāh, masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.
Ini adalah doa yang berasal dari al-Qur’ānil Karīm. Ini adalah doa Nabi Sulaiman (as). Beliau berdoa,
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Rabbī awzi‘nī an asykura ni‘mataka allatī an‘amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a‘mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn.
Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. (Surat an-Naml, 27:19)
Itu dari awal ayat, tetapi pada bagian akhir Mawlānā mengatakan kepada saya untuk membaca doa itu, “Masukkanlah aku dengan Rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” “Dengan Rahmat-Mu aku bisa masuk ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” Jadi kalian memerlukan rahmat tersebut, kalau tidak kalian tidak akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang saleh.
Mawlana Syekh Nour Kabbani
Auditorium Masjid Al Bina,
18 September 2025
