Suhbah

Berhati-hati Menulis Silsilah Sanad Tawasul

Berhati-hati Menulis Silsilah Sanad Tawasul

Suhbat Syekh Muhammad Hisyam Kabbani
Tanggal: 18 Oktober 2008
Sumber: https://sufilive.com/Two-Birds-with-One-Stone-1313-EN-print.html

Pelajaran dari Sebuah Kisah

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani menceritakan sebuah kisah penting tentang kehati-hatian dalam menulis silsilah atau sanad tawasul, terutama ketika guru (syekh) masih hidup.

Beliau berkata:

“Tidak diperbolehkan menulis nama seseorang di bawah nama Syekh dalam buku silsilah atau sanad tawasul selama Syekhnya masih hidup.”

Kisah Seorang Syekh dari Indonesia

Dua tahun sebelumnya, ada seorang Syekh dari Indonesia yang mengalami musibah berat. Beliau mengalami kecelakaan hebat dalam perjalanan menemui seseorang — istrinya dan sopirnya meninggal dunia. Namun, dalam peristiwa itu, beliau melihat Maulana Syekh Nazim mendorongnya keluar dari mobil dan menyelamatkannya.

Mengapa hal itu terjadi? Bukan karena Allah ingin merendahkannya, tetapi sebagai pelajaran agar umat lain berhati-hati.

Syekh tersebut dikenal sebagai seorang profesor yang sudah pensiun dan memiliki banyak murid di Indonesia. Beliau bekerja keras mewakili Maulana Syekh Nazim di berbagai daerah — berpindah dari satu desa ke desa lain, setiap hari berdakwah tanpa lelah. Ketika pertama kali datang menemui Syekh Hisyam di Indonesia, beliau bahkan tidak memiliki uang, dan teman-temannya membantu membeli tiket untuknya.

Awal Permasalahan

Setelah bertahun-tahun berkhidmah dan mengatur berbagai acara besar — bahkan menghadirkan 100.000 hingga 500.000 jamaah — beliau memberikan sebuah buku kepada Syekh Hisyam. Buku itu berisi silsilah Rantai Emas Thariqah Naqsybandi.

Namun, tanpa sadar, beliau menambahkan dua nama di akhir silsilah: nama Syekh Hisyam dan setelahnya — namanya sendiri. Ia melakukannya bukan karena niat buruk, tetapi karena ketidaktahuan dan kepolosan. Ia berpikir bahwa jamaah di Indonesia perlu tahu kepada siapa mereka harus bersambung.

Pelajaran Penting

Namun, para Awliyaullah (para wali Allah) tidak menyukai hal itu. Selama Syekh masih hidup, tidak boleh seseorang menambahkan namanya sendiri dalam silsilah. Jika seseorang memang pantas ditambahkan, maka Syekhnya sendirilah yang akan menulis atau menambahkannya.

Kesalahan ini bukan untuk dipermalukan, tetapi untuk menjadi pelajaran berharga bagi semua murid dan khalifah, agar berhati-hati dalam menjaga adab terhadap guru dan silsilah thariqah.

Pesan Utama

🌿 Jangan pernah menulis atau menambahkan nama sendiri dalam silsilah thariqah selama Syekh masih hidup.
Biarkan Syekh yang menentukan dan menuliskannya sendiri.