BERKAH MAKANAN PADA GIGITAN TERAKHIR
Suatu saat Nabi (saw) masuk ke dalam rumahnya dan menemukan sepotong roti di lantai. Beliau mengambilnya, membersihkannya, meniupkan padanya dan memakannya. Sekarang kita tidak hanya melihat potongan roti di lantai, tetapi kita membuang makanan dari piring-piring kita; kita mengambil lebih banyak makanan daripada yang bisa kita konsumsi dan kemudian membuangnya ke bak sampah; hal itu menghilangkan semua berkah dari makanan itu! Nabi (saw) bersabda agar kita menjilati kelima jari-jemari setelah kita selelai makan, karena mungkin berkahnya berada pada gigitan terakhir ketika membersihkan piring kalian:
عَنْ جَابِرٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ ، فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا ، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ ، وَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ “
Idzaa waqata luqmat ahadikum fal-yaakhudzhaa fal-yumith maa kaana bihaa min adzaa wal-yaakulhaa wa laa yadahaa li’sy-syaythaani wa laa yamsah yadahu bi’l-mikdiili hattaa yalaqa ashaabiahu fa innahu laa yadrii fii ayyi tha`aamihi al-barakah.
Setan selalu hadir dalam segala keadaanmu. Pada saat engkau makan, ia juga berada di sana. Oleh sebab itu, jika sepotong makanan itu terjatuh dan ada sesuatu yang menempel padanya, maka bersihkanlah terlebih dahulu, lalu makanlah, jangan tinggalkan untuk Setan, dan ketika engkau selesai makan, jilati jari-jemarimu, karena orang tidak ada yang tahu bagian mana dari makanan tersebut yang mengandung berkah. (Sahih Muslim)
Shaykh Hisham Kabbani
