LatestSUHBAH

Kekuatan Niat dan Rahasia Khalwat

Kekuatan Niat dan Rahasia Khalwat

Syekh Abdul Haqq datang ke sini dari Chicago, 325 mil, 520 kilometer, dan kira-kira 520 ribu meter, atau 1 juta 716 ribu langkah! Di zamannya Grandsyekh (q) mengutarakan bahwa pada tanggal 27 Rajab (Laylat al-Bara`ah), Allah membukakan Nikmat-Nya pada semua orang yang membuat niat tetapi tidak memenuhinya, misalnya jika mereka ingin pergi ke Chicago tetapi mereka tidak pergi, tetap saja ia akan mendapat pahala seolah-olah ia pergi, dan dari Rahmat Allah di Hari Akhir ini, niat kalian akan mengangkat derajat kalian begitu tinggi sehingga tidak ada yang kecuali Allah (swt) dan Nabi-Nya (s)!

Itulah sebabnya dia berkata, setiap kali kalian melakukan shalat, [atau melakukan ibadah apa pun, atau melakukan amal baik, atau meminta sesuatu], buatlah niat kalian, Nawaytu ‘l-arba`iin, “Yaa Rabbii! Aku berniat untuk duduk berkhalwat selama empat puluh hari.” Jika kalian melakukan hal itu, saat kalian duduk melakukan tafakur, di mana kadang-kadang orang duduk selama lima atau sepuluh menit untuk melakukan refleksi dan merenungkan mengenai ma`rifah, Keagungan Allah dan Ciptaan-Nya, itu seolah-olah kalian duduk selama empat puluh hari! Menutupi diri kalian dengan sehelai kain dan melakukan zikir, “Laa ilaaha illa-Llah” atau zikir apapun yang kalian inginkan, dan dengan niat tersebut, itu seolah-olah kalian berada dalam khalwat selama empat puluh hari dan kalian akan diberi pahala yang sangat besar, begitu besarnya sehingga para malaikat tidak mampu menuliskan hasanaat dan pahala yang Allah berikan kepada kalian dengan niat tersebut! Ibadah yang sama yang biasa kalian lakukan kini diperkuat dengan niat kalian. Grandsyekh (q) juga mengatakan untuk membaca seluruh niat yang mudah diingat ini:

Nawaytu ‘l-arba`iin, nawaytu ‘l-`itikaaf, nawaytu ‘l-khalwah, nawaytu ‘l-`uzlah,

nawaytu ‘r-riyaadha, nawaytu ‘s-saluuk, lillahi ta’ala al-`Azhiim fii hadza ‘l-masjid.

(Aku bermaksud empat puluh hari (khalwat), aku bermaksud khalwat (dari dunia), aku bermaksud memutuskan diri (dari dosa), aku bermaksud mengambil disiplin (dari tarekat), aku bermaksud suluuk (patuh sepenuhnya) kepada Allah, Yang Maha Agung, di masjid ini.)

Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani ,

(Burton, Michigan, USA – 5 September 2015)

Sumber : https://sufilive.com/The-Intention-for-Any-Worship-in-the-Naqshbandi-Tariqah–5982-BH-print.html

 

Penjelasan:

Walaupun seseorang hanya duduk bertafakkur selama lima atau sepuluh menit, tetapi jika ia melakukannya dengan niat tersebut, maka Allah akan mengangkat amal tersebut seolah-olah ia telah berkhalwat selama empat puluh hari. Allah memberikan pahala yang sangat besar, hingga para malaikat pun tidak mampu mencatat jumlah kebaikannya!

Jadikan Niat sebagai Kendaraan Ruhani

Melalui pelajaran ini, Syaikh Hisyam ingin membuka mata hati kita bahwa niat adalah ruh amal. Bahkan dalam kondisi lemah, sibuk, atau tidak mampu secara fisik, niat tetap bisa mengangkat seorang hamba ke maqam-maqam yang tinggi, jika disertai keikhlasan.

Maka, jangan pernah meremehkan kekuatan niat. Sebuah niat yang lurus bisa menjadi kendaraan ruhani yang membawa kita menuju kedekatan dengan Allah, walau tubuh kita diam.