SUHBAH

Ilmu yang Tak Pernah Hilang: Dzikir sebagai Jalan Memindahkan Ilmu dari Akal ke Hati

“Ilmu yang Tak Pernah Hilang: Dzikir sebagai Jalan Memindahkan Ilmu dari Akal ke Hati”

Maulana berkata bahwa semua manusia itu pelupa kecuali para Awliya, karena mereka menyimpan ilmu di dalam hati mereka, bukan hanya di dalam pikiran saja. Maulana berkata bahwa ilmu yang ada di dalam pikiran bisa hilang, tetapi ilmu yang ada di dalam hati tidak bisa hilang. Di sini beliau menganjurkan kita untuk melakukan latihan Dzikir sederhana agar kita dapat mentransfer ilmu dari pikiran ke hati kita… sebuah Dzikir yang juga dijamin akan membuka hati kita…

“Para Awliya menyimpan ilmu mereka melalui hati mereka & mereka yang menyimpan ilmu mereka dalam pikiran mereka akan kehilangannya hari demi hari. Ilmu dapat hilang kapan saja, tetapi orang yang menyimpan ilmu melalui hatinya tidak akan pernah lupa. Saya bersama Grandsyekh selama empat puluh tahun & saya tidak pernah mendengar beliau mengatakan tentang apa pun ‘saya lupa’. Oleh karena itu, dengan mengucapkan kalimat suci ini ‘La illaha illallah’ & dengan mengulanginya, Anda akan memasukkannya ke dalam hati Anda karena jika Anda melakukannya melalui pikiran Anda, Anda mungkin kehilangannya. Setiap tarekat meminta untuk mengambil kalimat suci ini (La illaha illallah) dari pikiran kita ke hati kita. Dan hati tidak pernah lupa, sehingga tidak akan pernah hilang. Tarekat membantu orang untuk memindahkan ilmu mereka dari kepala, pikiran mereka ke hati mereka. Ini sedikit sulit tetapi Anda harus berusaha untuk menghilangkan kesulitan tersebut, dan satu-satunya cara adalah dengan mengucapkan ‘La illaha illallah’ “illa Allah”… ini juga membuka hati. Orang-orang yang berpikiran sempit tidak pernah mengerti & mereka memerangi orang-orang yang bertanya mengapa kamu berdzikir? Kita berdzikir agar realitas yang menjadi milik Tuhan semesta alam datang dari pikiran kita ke hati kita.

Mawlana Syaikh Nazim qs