Rasulullah S.A.W. mengundang kita ke Darus-Salam
Rasulullah S.A.W. mengundang kita ke Darus-Salam

Para Awliyāullāh juga mengatakan bahwa Dāru ’s-Salām berarti Dār -nya Allāh. Salah satu Nama Allāh adalah as-Salām . “Wahai Kekasih-Ku, serulah mereka–Aku mengundang mahkluk ciptaan-Ku, Aku mengundang manusia untuk datang ke Rumah-Ku, ke Dār Aku. Aku adalah as-Salām . Datanglah ke Rumah-Ku,” sebagaimana kita menyebut Baitullāh untuk Ka‘bah Mu‘azzamah, Rumah Allāh, Dāru ’s-Salām . Allāh (swt) mengundang makhluk-Nya, umat manusia ke Rumah-Nya.
Allāh (swt) menggambarkannya di dalam al-Qur’ān suci, “ wa dā‘iyan ilallāhi bi-iżnih , dan sebagai penyeru kepada Allāh dengan izin-Nya” (Surat al-Ahzāb, 33:46). Jadi siapakah orang yang membawa undangan tersebut? Rasūlullāh (saw) datang dengan undangan. Datanglah ke Tanah yang penuh kedamaian.” “Ikutilah Rasul-Ku yang telah Kuutus dengan undangan-Ku.”
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ
Wa alladzīna istajābū li-rabbihim –dan orang-orang yang memenuhi (seruan) Tuhannya. (Surat asy-Syūrā, 42: 38)
Orang-orang yang telah menerima undangan melalui Rasūlullāh (saw), mereka diundang ke mana? Ke Tanah yang penuh kedamaian. Jadi damai itu adalah tujuan kalian. Damai itu adalah target kalian. Damai itu adalah kediaman kalian. Rumah terakhir kalian adalah Dāru ’s-Salām. Jadi apakah kalian telah memulai perjalanan menuju perdamaian? Mari kita lihat diri kita sendiri. Apakah kita berada di jalur menuju perdamaian itu?
Jadi Rasūlullāh (saw) adalah seorang dai , dan beliau mengundang kalian ke mana? Beliau mengundang kalian menuju salām . Jadi bila kalian melihat seorang dai yang mengundang kalian ke dalam suatu perselisihan; seorang dai yang mengajak kalian bertengkar; seorang dai yang mengajak kalian kepada permusuhan; seorang dai yang mengajak kalian pada kebencian yang mendalam; seorang dai yang mengajak kalian pada pemisahan; seorang dai yang mengajak kalian kepada perpecahan, maka ia bukanlah dai sejati .
Dāru ’s-Salām, itu adalah misi kita, untuk mendapatkan perdamaian di masyarakat kita; pertama dalam keluarga, kemudian dengan kerabat, lalu dengan tetangga, lingkungan, masyarakat dan bangsa. Umat manusia harus mencapai tingkat yang tinggi dalam meraih perdamaian, dan itu adalah melalui pesan-pesan Surgawi. Jadi kita berusaha untuk menciptakan perdamaian di sekeliling kita.
Mawlana Syekh Nour Kabbani




Views Today : 7
Views Yesterday : 42
Views Last 7 days : 205
Views Last 30 days : 205
Views This Month : 205
Views This Year : 205
Total views : 206