Kegelapan akan sirna, Ketika nūr dari syamsu al-ma‘rifah muncul dalam hati manusia
Dikatakan bahwa ada seorang Waliyyullah di dalam mimpinya melihat Syaitan. Ia mengambil tongkat dan berlari mengejar Syaitan untuk memukulnya. Syaitan berkata, “Wahai Abu Sa’id, aku tidak takut pada tongkatmu. Aku takut ketika syamsu nūri al-ma‘rifah — matahari dari cahaya ma‘rifah — muncul dalam hati seorang ‘ārif.” “Itulah yang membuatku takut, bukannya tongkat, tetapi nūr ma‘rifah.”
Ketika nūr dari syamsu al-ma‘rifah muncul dalam hati manusia, kita memiliki matahari sekarang, apa yang akan hilang? Kegelapan akan sirna. Ketika nūr menetap dalam hati seorang Mukmin atau seorang Muslim yang menerima ajaran Rasulullah (saw); ketika nūr itu masuk ke dalam hati, kegelapan dalam hati mulai keluar. Apakah kegelapan itu? Itu adalah Syaithan. Ketika nūr masuk, Syaithan akan meninggalkan hati kalian.
Lihatlah ulama di zaman sekarang, atau ustadz atau profesor atau anggota parlemen atau politisi atau apa pun. Lihatlah pada manusia, di dalam hati mereka ada apa? Apakah mereka mempunyai nūr ma‘rifatullāh di dalam hati mereka? Atau apakah mereka masih mempunyai Syaithan di dalam hati mereka? Ketika nūr masuk, Syaithan keluar dan ketika ia keluar, bersamanya keluar juga ḥasad, ḥirṣ, syahwah, ghaḍab, ḥiqd, bukhl, semua karakteristik buruk Syaithan ini, karena Syaithan adalah yang pertama yang mempunyai kibr. Semua karakteristik buruk ini pergi bersamanya ketika nūr ma‘rifah menetap di dalam hati, dan tidak ada lagi kegelapan di langit hati; semua akhlāq al-ẓamīmah pergi bersama Syaithan.
Mawlana Syekh Nour Kabbani
