Waliyullāh dapat Menjangkau Apa pun di Langit dan di Bumi
Waliyullāh dapat Menjangkau Apa pun di Langit dan di Bumi
Jangan khawatir bila kalian tidak bisa pergi— kemarin saya berkata kepada mereka, “Bisakah engkau membawaku ke Walisongo?” Mereka menjawab, “Itu terlalu jauh Syekh, kita harus naik pesawat.” Jadi saya katakan, “Wahai Walisongo,” saya sudah berada di sana.
Mereka akan menjangkau kalian. Dan orang yang bersama Allāh sebagaimana yang telah dikatakan oleh Awliyā’ullāh bahwa Allāh (swt) mengatakan, “Apa pun yang menjadi milik-Ku, akan menjadi milikmu.” Itu artinya langit dan bumi menjadi milikmu wahai Walisongo. Apa pun yang berada di langit dan apa pun yang berada di bumi adalah untukmu wahai Walisongo.
Allāh (swt) mengatakan hal itu di dalam Surat al-Jāṡiyah,
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مِّنْهُ
Wa sakhkhara lakum mā fī as-samāwāti wa mā fī al-arḍi jamī‘an minhu
Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya. (Surat al-Jāṡiyah, 45:13)
Dia telah menyerahkan segala sesuatu untukmu, untuk kau gunakan. Apa pun yang ingin kau lakukan, sakhkhara lakum, ia berada di ujung jarimu. Apa pun yang ada di langit, apa pun yang ada di bumi, semuanya adalah dari-Nya untukmu. Jadi apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi adalah untuk Wali tersebut, di mana Allāh (swt) berfirman, wa sakhkhara lakum, Aku telah menyerahkan semua itu kepadamu—itu artinya Waliyullāh dapat menjangkau apa pun di langit dan di bumi.
Jadi ketika saya mengatakan bahwa saya tidak bisa pergi mengunjungi Walisongo–semoga Allāh (swt) memberkahi asrar-nya dan mengangkat mereka lebih tinggi lagi, ketika saya menyebutkan mereka, mereka melihat saya. Bagaimana mereka bisa melihat saya, bagaimana mereka bisa mencapai saya? Karena mereka melihat dengan Allāh. Bukankah hal itu benar? Ketika Allāh mencintai seseorang, Allāh akan menjadi penglihatannya. Bagaimana mereka dapat mendengar saya? Bukankah benar, bahwa Allāh menjadi pendengaran bagi orang yang dicintai-Nya? Dengan Allāh mereka mendengar, dengan Allāh mereka melihat dan dengan Allāh mereka menjangkau. Itu adalah ḥadīṡ Rasūlullāh (saw) yang mengatakan, “Wahai manusia, kalian bisa menjadi seperti itu, jika kalian mengambil rute żikrullāh.”
Mawlana Syekh Nour Kabbani
Sukabumi, 19 September 2025
