LatestSUHBAH

Keikhlasan yang Hilang dan Cahaya dari Dzikir

“Keikhlasan yang Hilang dan Cahaya dari Dzikir: Nasehat Sultanul Awliya (1996)”

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Raja para Awliya 🤍💫
Sultanul Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim ‘Adil ibn As-Sayyid Ahmad ibn Hasan Yashil Bash al-Haqqani al-Qubrusi as-Salihi al-Hanafi (ق)
💚💫
Lefke, 01.01.1996

Kita tidak menerima agama-agama lain sebagai agama yang benar. Kita hanya menerima agama-agama yang berasal dari Langit, dan setelah Islam tidak ada agama baru lagi.

Agama harus berada di atas segala sesuatu yang bersifat resmi. Para pejabat resmi harus berada di bawah perintah agama, bukan sebaliknya.
Segala sesuatu yang “resmi” akan menghancurkan keikhlasan.
Imam resmi, pendeta resmi, atau rabbi resmi tidak bisa memberi apa-apa.

Apakah Anda mengira anggur plastik atau jeruk plastik dapat memberi rasa?
Inilah masalah utama, dan masalah ini menunggu solusi.

Keputusan dan otoritas keagamaan tidak bisa diserahkan kepada orang-orang yang datang ke universitas hanya untuk mendapatkan gelar doktor.
Mereka terlalu “besar” untuk bisa memasuki pintu sinagoga, gereja, atau masjid.
Mereka dipenuhi “hormon-hormon resmi” yang membuat mereka hampir tidak bisa bergerak.

Mereka tumbuh dengan cara yang buruk: mereka semakin gemuk, punggung mereka terlihat aneh, kepala mengecil, perut membesar.
Akal mereka mengecil—mereka tidak memikirkan apa pun kecuali diri sendiri.

Manusia berlari ke sana kemari meminta sesuatu dari Tuhan mereka.
Mereka harus menyadari bahwa mereka tidak bisa mendapatkan manfaat dari orang yang bersifat resmi.
Segala sesuatu yang resmi membunuh keikhlasan.

Ketika orang kehilangan orang-orang yang tulus dalam agama, mereka mulai mengejar yang resmi—yang tidak dapat memberi kecukupan dan kedamaian.

Seratus tahun yang lalu kata-kata yang sama diucapkan dan orang-orang menangis karena tersentuh.
Hari ini, orang justru lari menghindar.
Pada abad ke-19, kata-kata ulama masih memiliki pengaruh.

Apa yang terjadi?
Orang abad ke-19 masih tulus.
Jika sesuatu keluar dari hati, maka ia akan masuk ke hati.
Namun jika keluar dari bibir saja, ia tidak akan pergi ke mana-mana.

Keyakinan tulus kita adalah bahwa apabila kita meminta secara tulus, Allah akan memberi.

Namun manusia kini terbiasa dengan bunga plastik di rumah mereka, hingga para tukang kebun tidak mau menanam mawar atau bunga asli lagi.
Manusia hanya ingin penampilan luar.
Jika Anda mencoba mencium bunga plastik, duri seolah menusuk hidung Anda.

Selama jutaan dan miliaran tahun para malaikat telah bertasbih memuliakan Tuhan mereka.
Allah menciptakan segala sesuatu untuk Muhammad ﷺ.
Dia menciptakan manusia untuk beliau.
Allah memerintahkan para malaikat menjadi penduduk Surga dan memberikan tasbih mereka kepadanya.

Adam diciptakan untuk beliau dan diberi cahaya-cahaya Ilahi.
Semua ini karena Muhammad ﷺ adalah makhluk pertama dan terakhir yang disebut sebagai hamba dan nabi-Nya dalam Hadirat Ilahi.
Beliaulah harta utama; setiap makhluk mendapat bagiannya dari apa yang diberikan kepada beliau.

Wahai manusia, wahai hamba Tuhan Langit!
Allah memiliki pasukan tak berhingga dari segala jenis.
Kemuliaan kita yang rendah hanyalah milik-Nya.
Semua makhluk memuliakan Tuhan; Dia satu-satunya yang layak dimuliakan.
Dia memiliki lautan kemuliaan tanpa akhir dan tanpa hitungan.

Apa pun yang manusia coba persembahkan, bahkan jika seluruh makhluk di bumi dan langit berkumpul, itu hanya seperti jarum dicelupkan ke lautan tanpa batas, dibandingkan dengan samudera kemuliaan-Nya.

Manusia telah dimuliakan secara luar biasa; mereka harus menaati Tuhan mereka, dan mereka harus melakukannya melalui Muhammad ﷺ, yang dimuliakan.
Beliau adalah yang paling mulia.

Itulah kepuasan sejati yang dapat menghapus segala kesedihan dari hati.
Ia menerangi hati dengan cahaya sehingga kegelapan tidak dapat masuk.

Penyakit abad ini adalah hati yang tertekan—hasil dari kegelapan di dalam hati.
Ketika cahaya padam, hati menjadi gelap: manusia putus asa, penuh ketakutan, dan depresi.

Hanya memuliakan Tuhan yang dapat menghilangkan kegelapan dari hati.
Ia akan mengenakan cahaya di dalam hati Anda.

Jika Anda tidak merasakan ketenangan di rumah, pergilah ke pedesaan, padang pasir, hutan, atau tempat sunyi.
Glorifikasilah Tuhan, dan Anda akan melihat depresi lari dengan cepat.

Depresi akan lari menjauh dari Anda dan meminta perlindungan dari Anda!
Itulah obatnya.
Anda bisa menjadi Muslim, Kristen, atau Yahudi—bertasbihlah dengan kata-kata suci dalam kitab suci Anda.
Anda akan menemukan obat dengan cepat dan merasakan nikmatnya hidup.

Kesedihan akan pergi.
Tidak ada yang bisa mengganggu Anda.
Anda akan dilindungi oleh cahaya-cahaya tasbih.

Wahai manusia, jangan sia-siakan waktu berharga Anda dengan hal-hal yang tidak berguna.
Carilah sesuatu yang memberi Anda kehormatan, kemuliaan, kepuasan, dan ketenteraman di dunia dan akhirat.

Jika Anda mau!
Jika tidak peduli, maka segala kutukan akan mengejar Anda dan Anda akan menderita.

Lindungi hati Anda dengan memuliakan Tuhan.
Jika tidak, banyak setan akan datang dan mengganggu Anda.
Masing-masing berbicara dengan cara yang berbeda dan menusukkan pedang baru ke hati Anda.
Mereka akan mengganggu Anda dalam banyak cara—dan hanya akan lari jika Anda memuliakan Allah.
Jangan lupa!

Jika seseorang dapat mendengar suara indah para malaikat yang memuliakan Tuhan di Tujuh Langit, mereka akan tersungkur mati karena keindahannya.

Semoga Allah membuat kita mampu mendengarnya.
Ketika Mahdi datang, telinga kita akan bersih.
Sekarang telinga kita terlalu banyak kotoran sehingga tidak bisa mendengar suara para malaikat.

Dari pagi hingga malam kita harus berusaha membersihkannya.
Namun manusia justru memasukkan lebih banyak kotoran dengan mendengarkan musik modern, sehingga telinga semakin terkunci.

Pada waktu fajar, sebagian orang berkesempatan—di malam Lailatul Qadar—mendengar satu detik saja dari suara Ilahi itu.

Nasihat baik bagi semua orang adalah berdoa setiap pagi sebelum Fajr:

“Subḥāna Rabbīya wa bi-ḥamdih, subḥānallaḏī… astaghfirullāh…”

Jika Anda memulai dzikir ini dengan tulus, Anda tidak akan ingin berhenti.
Bacalah 100 kali antara shalat sunnah dan fardu Subuh.
Itu akan memberi kekuatan; ruh Anda akan bahagia dan ringan.

Barang siapa ingin Pintu-Pintu Surga dibukakan, hendaklah ia mengucapkan:
“Al-ḥamdu lillāh.”

Barang siapa ingin pintu-pintu neraka ditutup, hendaklah ia mengucapkan:
“Astaghfirullāh.”

Al-Fatiha 💚💫