Adab Menghindari Perdebatan dalam Jalan Ruhani
*Adab Menghindari Perdebatan dalam Jalan Ruhani*
“Adab yang baik,” kata Grandshaykh kami, “adalah tidak berdebat dengan siapa pun. Jika engkau tahu bahwa engkau berada di jalan yang benar, jangan berdebat.
“Perdebatan memadamkan iman. Jika engkau benar, dan engkau berdebat dengan seseorang yang salah, mungkin ia akan mengucapkan sesuatu yang keliru yang dapat membahayakanmu. Sebagai contoh, jika seseorang memanggilmu ‘kafir’, engkau tidak boleh membantah. Jangan berkata, ‘Tidak! Aku bukan kafir!’ Sebaliknya, engkau harus setuju dengannya dengan cara ini: ‘Ya! Engkau benar! Kebiasaan buruk nafsuku memang kafir!’
“Sekarang semua orang suka berdebat. Setiap orang membayangkan dirinya paling cerdas. Ia ingin kata-katanya didengar dan dihormati di mana-mana. Semua permusuhan tumbuh dari sini, dari perdebatan. Karena itu, engkau harus menjawab setiap perdebatan dengan mengatakan: ‘Ya, sebagaimana engkau katakan. Egoku bertanggung jawab atas apa pun yang engkau tidak suka dariku. Ia memang sangat buruk. Tetapi aku tidak setuju dengan egoku. Aku sedang berusaha menjauhkan kebiasaan buruknya dariku, untuk memperbaiki akhlakku. Wahai saudaraku! Jika engkau benar dalam perdebatanmu, semoga Allah memperbaiki diriku. Dan jika engkau salah, wahai saudaraku, semoga Allah mengampunimu dan menjadikanmu benar!’”
— Mercy Oceans, bagian 1
Oleh Shaykh Nazim Adil al-Haqqani an-Naqshbandi q.s.
