News

Jangan Tukar Umurmu dengan Sesuatu yang Akan Hilang

Jangan Tukar Umurmu dengan Sesuatu yang Akan Hilang

Sayyidina Muhyiddin Ibn ‘Arabi menulis sebuah risalah kepada seorang ulama besar, Fakhruddin ar-Razi, yang termasuk di antara cendekiawan terkemuka pada zamannya. Dalam surat tersebut beliau menasihatinya:

“Wahai saudaraku, bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu yang akan menyertaimu di dunia dan di akhirat. Jangan sia-siakan waktumu untuk mencari ilmu yang akan meninggalkanmu di akhirat.”

Karena itu, nasihat yang berharga bagi kita adalah:

Jangan habiskan usiamu untuk mengejar sesuatu yang pada akhirnya akan meninggalkanmu.

Setiap detik dari umur manusia lebih berharga daripada kibrit al-ahmar (belerang merah), yaitu sesuatu yang sangat langka dan amat bernilai. Para ulama menggambarkannya sebagai harta yang begitu berharga sehingga hanya terdengar namanya, namun hampir tidak pernah ditemukan oleh manusia.

Demikian pula umur manusia.

Waktu adalah kehidupanmu. Waktu adalah modal yang tidak akan pernah kembali. Nilainya jauh lebih berharga daripada harta, kedudukan, maupun segala kenikmatan dunia yang fana.

Barang siapa menghargai umurnya, ia tidak akan menyesal. Namun barang siapa menyia-nyiakan umurnya, niscaya penyesalan akan menantinya.

Maka gunakanlah waktu untuk mencari ilmu yang bermanfaat, mendekat kepada Allah ﷻ, memperbaiki diri, dan melakukan amal yang akan menemanimu hingga kehidupan akhirat.

— Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani (q) 💛💐

Kitab Anwarul Hidayah