AWLIYAULLAH SELALU MENJANGKAU KALIAN
AWLIYAULLAH SELALU MENJANGKAU KALIAN
Para Awliyaullah bebas memberikan pertolongan kepada siapa saja yang memanggil mereka. Jangan pernah melupakan hal itu. Jangan berpikir atau berkata, “Kekasihku tidak dapat mendengarkanku. Kekasihku tidak dapat menjangkaiku.” Jangan menjadi orang yang buta terhadap hakikat ini, karena terlalu banyak manusia yang lalai dan tidak mampu melihat kenyataannya.
Awliyaullah selalu dapat menjangkau kalian. Jika engkau meyakini bahwa seorang Wali Allah telah membimbingmu ke jalan yang benar, maka yakinlah bahwa ia akan terus membimbingmu: di dunia ini, di alam kubur ketika engkau menjawab pertanyaan-pertanyaan di sana, pada Hari Kiamat ketika engkau dibangkitkan dari kubur menuju padang mahsyar, hingga akhirnya ke pintu surga.
Ia akan mengantarkanmu menuju maqam yang telah Allah ﷻ siapkan bagimu. Dari maqam itu, engkau akan memandang orang-orang yang engkau cintai di dalam surga. Dari kedudukanmu, dari istanamu di surga, engkau akan melihat seluruh kekasihmu.
Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani (q) menjelaskan bahwa anjing milik Ashabul Kahfi adalah seekor anjing yang secara hukum dianggap najis. Namun Allah ﷻ akan menyucikannya karena cintanya kepada Ashabul Kahfi, karena kecintaannya kepada para Awliyaullah.
Karena cinta tersebut, Allah ﷻ akan memuliakannya dan mengizinkannya masuk ke dalam surga. Ia termasuk salah satu hewan yang disebutkan akan masuk surga. Disebutkan bahwa ada sepuluh jenis hewan yang akan memperoleh kemuliaan tersebut.
Karena itu, janganlah engkau merasa putus asa jika belum mencapai derajat Insan Kamil (Manusia Sempurna). Jangan khawatir jika engkau masih memiliki banyak kekurangan, masih bergumul dengan sifat-sifat buruk, atau masih dihantui pikiran-pikiran yang tidak baik.
Selama engkau menjaga cintamu kepada para kekasih Allah, maka dengan keberkahan cinta itu engkau akan dikumpulkan bersama mereka.
Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani (q) berkata bahwa anjing Ashabul Kahfi akan diberikan kedudukan di surga sehingga ke mana pun ia memandang, yang ia lihat hanyalah orang-orang yang dicintainya, yaitu Ashabul Kahfi. Ke mana pun ia bergerak, ia akan selalu bersama mereka.
Maka jangan sampai kehilangan cinta itu. Jangan menjadi orang yang buta.
Seorang Wali Allah memandangmu setiap kali engkau menyebut namanya. Namun jika engkau tidak meyakini bahwa ia adalah seorang Wali Allah, maka apa manfaat memanggilnya? Mengapa memanggil seseorang yang tidak engkau yakini?
Bagaimana mungkin orang yang telah mati dapat menolong orang mati lainnya? Bagaimana mungkin orang yang sedang tenggelam dapat menyelamatkan orang lain yang juga sedang tenggelam? Mereka tidak mampu melakukannya.
Engkau membutuhkan seorang penyelamat.
Jika engkau meyakini bahwa syekhmu adalah seorang penyelamat yang berenang di lautan dunia untuk menyelamatkanmu, bukankah itulah tugas seorang penjaga pantai? Ia berkata, “Serahkan dirimu kepadaku. Jangan panik. Tetap tenang. Aku akan menyelamatkanmu.”
Lalu engkau membiarkan dirimu ditolong, dan ia membawamu menuju keselamatan.
Demikian pula ketika engkau berada di lautan dunia dan telah menemukan seorang Wali Allah. Jika ia berkata kepadamu, “Serahkan dirimu kepadaku, dan aku akan menyelamatkanmu,” tetapi engkau tetap menolak untuk berserah diri, maka apa yang akan terjadi?
Ia akan melepaskanmu. Sebab jika tidak, engkau bahkan dapat menyeretnya tenggelam bersamamu.
— Mawlana Shaykh Nour Kabbani (q)




Views Today : 7
Views Yesterday : 42
Views Last 7 days : 163
Views Last 30 days : 163
Views This Month : 163
Views This Year : 163
Total views : 164