LatestSUHBAH

Meluruskan Klaim Mursyid di Era Kini: Tinjauan dari Tradisi Naqsybandi

Sekarang ini banyak sekali orang yang mengaku sebagai mursyid, mereka mengurus para pengikut mereka sendiri dan membawanya ke dalam Tarekat Naqsybandi. Mereka berpikir bahwa jika mereka telah diberi izin atau ijazah untuk memimpin dzikrullah dan mengundang orang-orang dengan latar belakang yang berbeda-beda ke dalam halaqah dzikirnya untuk mengingat Asmaullah dan Shifat-Nya, mereka berpikir bahwa mereka adalah mursyid untuk para pengikutnya itu.

Itulah sebabnya saya ingin sedikit berbagi pencerahan dari catatan Grandsyekh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani (q) dan Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q) mengenai siapakah yang dimaksud mursyid tersebut dan apa pentingnya.

Sulthan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani (q), semoga Allah memanjangkan umurnya telah memberi ijazah kepada banyak orang untuk melakukan dzikrullah, karena beliau ingin menyebarkan ajaran Tarekat Naqsybandi, tetapi masalahnya adalah orang yang telah diberi ijazah tersebut mulai berpikir bahwa ia adalah mursyid bagi kelompoknya.

Seperti kemarin, saya sedang duduk bersama Mawlana Syekh dan beliau bertemu dengan beberapa orang dan mengatakan kepada salah seorang di antaranya, “Aku ingin agar engkau mengadakan majelis dzikir di rumahmu,” dan orang itu mengatakan, “Aku sudah mengikuti majelis dzikir bersama orang yang sudah mendapat ijazah.” Mawlana mengatakan, “Baiklah, engkau lakukan di rumahmu, dan karena banyak orang yang tinggal di sekitarmu–karena mungkin banyak orang yang harus bepergian jauh untuk datang ke majelis orang pertama tadi–berkah dzikir akan terus mengalir, dan sebulan sekali kalian bisa mengadakan dzikir bersama.”

Dari kejadian itu, sebagian orang memahaminya bahwa mereka telah diberi ijazah dan mereka mulai bertingkah seolah-olah mereka adalah seorang mursyid dan kalian bisa melihatnya di internet, banyak website dari seluruh dunia di mana setiap orang mengaku bahwa mereka adalah mursyid yang telah mendapat ijazah untuk ini itu.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani