LatestSUHBAH

Tawaduk: Jalan Lurus yang Dilalui Para Awliya : Kekuatan Surgawi Dzikir RabbunAllah

“Tawaduk: Jalan Lurus yang Dilalui Para Awliya : Kekuatan Surgawi Dzikir RabbunAllah”

Mereka (Grand Syaikh Abdullah Faiz Daghestan dan Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Haqqani) adalah kunci bagi kode semua ilmu yang Allah (swt) akan bukakan bagi hamba-hamba-Nya! Kunci itu adalah satu kata. Itu adalah kunci bagi segala sesuatu, kunci menuju Shiraath al-Mustaqiim. Itulah yang Nabi (s) anjurkan untuk para Sahabat melakukan, dan para awliyaullah menganjurkan murid-muridnya untuk melakukannya, dan Islam dibangun di atasnya. Itu adalah tawaduk, “kerendahan hati.”

فمن تواضع لله فرفعه

faman tawadha` lillahi rafa`ahu

Barang siapa yang tawaduk demi Allah, Allah akan mengangkat derajatnya.

Nabi (s) merendahkan dirinya dan Allah mengangkatnya di dalam ‘Israa dan Mi`raaj, jadi Islam dibangun atas kerendahan hati. Jangan berpikir mengenai rasisme, karena di dalam Islam tidak ada rasisme. Apakah kalian berkulit putih, kuning, hitam, hijau, merah, ketika kalian menjadi Muslim, kalian harus melupakan segala sesuatu yang membangun kalian, selesai! Kalian hanya menunjukkan kerendahan hati. Jangan katakan, “Dia berkulit putih dan mereka memasukkan kami ke dalam perbudakan,” karena itu sudah tidak ada lagi: kalian sudah menjadi Muslim.

لافرق بين عربي ولا اعجمي الا بالتقوى

laa farqa bayna `arabiyy wa laa `ajamiyy illa bi’t-taqwa.

Tidak ada perbedaan antara satu ras dengan ras yang lain, kecuali ketakwaannya.

Ketulusan hanya untuk Allah. Jangan katakan, “Aku orang yang tulus dan ia tidak.” Mungkin saja seseorang yang tidak menutupi dirinya dengan tampil tidak tulus tetapi sebenarnya ia adalah yang paling tulus kepada Allah (swt). Mereka ingin menempatkan kalian berada di dalam ujian (jadi, jangan menilai orang lain).

Awliyaullah dengan kaliber seperti itu hidup dengan sangat sederhana dan Allah mengangkat derajatnya. Siapapun yang menunjukkan ketawadukannya terhadap Allah, Allah mengangkat derajatnya. Dengan apa Allah memberi pahala kepada mereka? Dia mengangkat mereka di dalam Mi`raaj. Allah memberi Mi`raaj terbaik dan tertinggi kepada Nabi (s), dan para awliyaullah mewarisi sedikit dari rahasia yang diterima oleh Nabi (s) di dalam Mi`raaj beliau. Apakah kalian ingin berada di dalam Mi`raaj? Asosiasi ini adalah sebuah Mi`raaj!

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

inna alladziina qaluu rabbuna Allah tsumma ’staqaamauu, tatanazaluu `alayhimu ’l-malaa’ikati alaa takhaafuu wa laa tahzanuu wa’bsyiruu bi’l-jannatillatii kuntum tuwa`duun.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (41:30)

Mereka yang mengatakan, “Allah adalah Tuhan kami, sang Pencipta,” akan mendapat kesetaraan! Apakah kalian mengucapkan, “rabbunAllah?” Kita datang ke sini untuk mengucapkan, “Yaa Rabbii! Engkau adalah Tuhan kami!” Jadi kata itu saja, rabbunAllah, dibaca untuk merendahkan diri kalian sehingga Allah akan mengangkat kalian. Jadi kita katakan, “Wahai Tuhan kami! Kami adalah hamba-Mu dan budak-Mu!” Ketika mereka mengatakan “rabbunAllah,” mereka meletakkan langkah pertama pada Shiraath al-Mustaqiim, kemudian mereka melangkah seterusnya. Apa yang Allah berikan kepada mereka? Dia tidak mengatakan, “Aku memberi mereka satu hasanaat,” seperti ketika kalian melakukan sesuatu yang baik, Allah memberi kalian sepuluh hasanaat: itulah balasannya dan Allah Maha Mengetahui pahala apa yang Dia berikan.

Tetapi ketika kalian mengatakan, “Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah budak-Mu!” dan kalian meletakkan kaki kalian pada arah Shiraath al-Mustaqiim, apa yang Allah katakan, apa yang akan Dia lakukan? Dia berkata, “al-malaa’ikat;” Dia tidak mengatakan sepuluh malaikat, Dia mengatakan al-malaa’ikat, “tak terhingga malaikat.” Itu bisa jutaan, seratus juta, triliunan, Allah Maha Mengetahui. Ketika sejumlah malaikat yang tak terhingga itu turun pada kalian, apa yang akan mereka lakukan? Mereka turun dengan pahala surgawi dan mengatakan kepada kalian:

أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

alaa takhaafuu wa laa tahzanuu wa’bsyiruu bi’l-jannatillatii kuntum tuwa`duun.

“Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (41:30)

Itu untuk mengucapkan “rabbunAllah” sekali. Jika kalian mengucapkannya seratus kali atau berapa pun yang kalian sukai, tidak ada batasan berapa kali malaikat akan turun pada kalian. Jadi ketika awliyaullah mengucapkan, “rabbunallah,” itu tidak seperti yang kita ucapkan; surga akan terbuka bagi mereka dan mereka membusanai pengikutnya dengan itu.

 

Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani

Sumber: https://sufilive.com/Kekuatan-Surgawi-dari-Membaca-RabbunAllah–3676-BH-print.html

 

Tambahan informasi (Untuk mendapatkan kekuatan surgawi bacalah ini):
Syaikh nazim memberikan suhbah : “Wahai manusia! Jika suatu saat kalian merasa berat, ucapkanlah, “RabbunAllah, HasbunAllah! RabbunAllah, HasbunAllah!”

Seorang murid (Ustadz Bahrudin) yang telah diberi kesempatan menemui Syaikh Nazim di lefke menginformasikan kepada saya, bahwa Syaikh Nazim meminta para murid membaca : RabbunAllah, HasbunAllah!  minimal 100x dalam sehari (usahakan 1000x  dalam sehari)  untuk mendapat kekuatan dan perlindungan surgawi.

“Rabbunallah” (رَبُّنَا الله) Terjemah: “Tuhan kami adalah Allah.”

“Hasbunallah” (حَسْبُنَا الله) Terjemah: “Cukuplah Allah bagi kami.”