Al-Faqru Fakhri: Kebanggaan Sejati Hamba di Hadapan Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
“Tasawuf adalah jalan untuk masuk lebih dalam ke dalam diri, sehingga engkau tidak meminta apa pun dari siapa pun kecuali dari Allah (swt). Rasulullah ﷺ bersabda: al-faqru fakhri — kebutuhan hanya kepada Allah (swt) adalah kebanggaanku.”
~ Syekh Nour Mohamad Kabbani
Wedaran (pembahasan) dari suhbah Syaikh Nour Muhammad kabbani.
بسم الله الرحمن الرحيم
Tasawuf bukan sekadar ritual, melainkan jalan masuk ke kedalaman batin. Jalan untuk mengenal bahwa semua kebutuhan sejati hanyalah kepada Allah ﷻ.
Ketika seorang salik menapaki tasawuf, ia belajar melepaskan ketergantungan pada makhluk, pada dunia, pada segala selain Allah. Ia hanya menundukkan hatinya di hadapan Sang Pencipta. Inilah hakikat perkataan Rasulullah ﷺ:
“Al-faqru fakhri — kefakiran, yakni kebutuhan mutlak hanya kepada Allah, adalah kebanggaanku.”
Artinya, kemuliaan seorang hamba bukan terletak pada banyaknya harta, kuatnya kedudukan, atau banyaknya pengikut, melainkan pada sejauh mana ia merasakan bahwa tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah.
Syekh Nour Mohamad Kabbani mengingatkan kita, tasawuf bukan membuat manusia jauh dari realita, tetapi justru menanamkan kesadaran terdalam: bahwa kita adalah faqir, miskin di hadapan Allah, dan dalam kefakiran itulah letak kemuliaan seorang hamba.
Dengan pemahaman ini, seorang murid thariqah belajar untuk tidak bergantung pada selain Allah, tidak meminta kecuali kepada-Nya, dan menjadikan seluruh amal ibadahnya sebagai jalan kembali kepada Sang Kekasih.
