LatestSUHBAH

Karakter Sejati Hamba Ar-Raḥmān: Tidak Menyakiti dan menebarkan fitnah, Tapi Menebar Salam

Karakter Sejati Hamba Ar-Raḥmān: Tidak Menyakiti dan menebarkan fitnah, Tapi Menebar Salam

Wa ‘ibādu ’r-raḥmāni ’lladzīna yamsyūna ‘alā ’l-arḍi haunan . Hamba-hamba Allāh (swt) ini, hamba-hamba dari ar-Raḥmān ini, mereka berjalan di bumi dengan rendah hati, mereka tidak melukai orang lain, mereka tidak menyakiti orang lain, mereka tidak bertengkar dengan orang lain, mereka tidak menyerang orang lain. Dan ketika orang yang tidak berilmu berbicara kepada mereka–apa yang mereka katakan?

Apakah kalian tahu ayat itu wahai Muslim? Apakah ucapan dari ‘ibādu ’r-Raḥmān kepada orang-orang jahil–apa yang mereka katakan kepada orang-orang itu? Mereka mengucapkan salām, qālū salāmā. Mereka menyebarkan perdamaian di bumi. Mereka menyebarkan perdamaian di antara manusia. Mereka bukanlah orang-orang yang memulai perkelahian. Mereka bukanlah orang-orang yang memulai fitnah. Mereka bukanlah orang-orang yang memulai perang. Itu bukanlah karakteristik dari ‘ibādu ’r-raḥmān ; itu bukanlah karakteristik dari orang-orang yang telah diangkat kedudukannya. Semakin sering kalian mempraktikkan salām, semakin tinggi kedudukan kalian untuk mencapai tujuan tersebut, yakni ‘ibādu ’r-raḥmān. .

Mereka bukanlah pembuat onar; mereka bukanlah koruptor; mereka bukanlah orang-orang yang suka curiga; mereka bukanlah orang-orang yang iri; mereka menyebarkan salām di antara manusia. Mereka sendiri adalah wujud salām bagi orang lain, mereka adalah kedamaian bagi orang lain. Itulah sebabnya dikatakan dalam ḥadīṡ bahwa seorang Mukmin adalah orang yang alif, di mana orang-orang menyukainya dan ia menyukai orang-orang. Seorang Mukmin, Mukminah, Muslim, Muslimah adalah seseorang yang disukai orang-orang. Mereka melihat kebaikan pada dirinya dan mereka tahu banyak tidak ada bahaya yang akan muncul dari dirinya, karena ia tergolong ‘ibādu ’r-raḥmān.

Wahai Muslim, kalian harus mengikuti al-Qur’ānil-Karīm, dan kalian harus mencapai level ‘ibādu ’r-raḥmān . Ketika orang-orang melihat kalian, mereka akan mengatakan, “Ia adalah ‘Abdu ’r-Raḥmān atau Amatu ’r-Raḥmān, ia adalah orang yang baik.” “Tidak ada bahaya yang muncul darinya.” Itulah Mukmin. Itulah Muslim sejati.

Mawlana Syekh Nour Kabbani