LatestSUHBAH

Cinta Sejati kepada Rasulullah ﷺ

Cinta Sejati kepada Rasulullah ﷺ

Seandainya cinta para wali kepada Nabi ﷺ disingkapkan, niscaya mereka akan terbakar. Ketika cinta itu tersingkap, mereka tidak mampu menguasai diri, air mata mengalir deras. Mereka tidak mampu mengendalikan diri mereka.

Betapa para wali merindukan kehadiran Nabi, baik di dunia maupun di akhirat — berbicara kepada beliau, memandang beliau, berdialog dengan beliau, berhadapan langsung tanpa tabir. Kerinduan seperti itu saja sudah cukup untuk membuat mereka merasa tidak layak atas nikmat yang Allah berikan kepada Sayyidina Muhammad ﷺ.

[Beliau menangis tersedu-sedu saat berbicara]

Wahai kaum Muslimin, wahai orang-orang beriman, cinta kepada Nabi ﷺ tidak dapat digambarkan! Betapa dahsyatnya energi yang membakar segala energi, mengalahkan semua kekuatan lain, hingga membuat mata meneteskan air mata — satu tetes saja dapat memadamkan api.

Itulah energi yang Nabi Muhammad ﷺ limpahkan kepadamu ketika engkau datang kepada beliau. Beliau memakaikan kepadamu jubah keindahan yang Allah karuniakan kepadanya. Energi itu menembus semua energi yang tercemar, hingga engkau dapat memandang Nabi ﷺ tanpa tabir.

Inilah pengalaman para syekh dalam khalwat mereka, inilah pengalaman mereka dalam kehidupan. Karena itulah mereka memuji Nabi ﷺ dengan berbagai bentuk sanjungan yang keluar dari hati yang menyala. Itu berasal dari luapan perasaan hati yang penuh gejolak.

Air mata itu berubah menjadi tinta, dan syair mereka menjadi pena yang menuliskan segala bentuk pujian, segala keindahan, segala nikmat dan tajalli, segala ilham yang Allah (Subḥānahu wa Ta‘ālā) tanamkan ke dalam hati mereka — menggunakan tinta dari air mata mereka — sehingga mereka menuliskannya pada setiap helai rambut tubuh mereka, pada setiap helaian hati dan urat mereka. Semuanya menulis:

Muhammad Ḥabībullah,
Muhammad Rasulullah,
Muhammad Khalīlullah,
Muhammad Nājīullah.

Semoga Allah mengenakan itu kepada kita, memberkahinya bagi kita, dan menganugerahkan kepada kita apa yang Dia ridai. Semoga Allah mengekalkan hubungan kita dengan para syekh hingga kepada Sayyidina Muhammad ﷺ, agar kita senantiasa berada di hadapan pintu beliau.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani