LatestSUHBAH

Rahasia Pertolongan Ruhani: Bagaimana Para Grandsyekh Mengangkat Derajat Seorang Hamba

Rahasia Pertolongan Ruhani: Bagaimana Para Grandsyekh Mengangkat Derajat Seorang Hamba

Mereka, para Grandsyekh adalah orang-orang dengan *himmah* (aspirasi rohani) yang paling tinggi, itulah sebabnya kita memohon *nazar* (pandangan rahmat) mereka, karena _nazar_ mereka dapat mengubah debu—yaitu kita—menjadi emas. Dan _himmah_ mereka akan mengangkat ibadah kita dari tingkat yang rendah menuju tingkat yang tertinggi. Sedangkan *madad* (pertolongan rohani) mereka mengambil alih keberadaan kita; mereka menopang keberadaan kita, itulah *Quthbul Mutasharrif* — _ruhāniyahnya_ menopang dunia; _ruhāniyahnya_ memberi kehidupan kepada dunia. Banyak orang mungkin akan keberatan; itu urusan mereka. Tetapi kami mempercayainya, dan itulah yang kami dengar dari Grandsyekh.

Barang siapa memiliki _himmah_ yang tinggi, ia akan berpegang erat pada tingkat ibadah tertinggi yang diperintahkan oleh Syariah (‘ *azīmah* ). Dan siapa yang tidak memiliki _himmah_ yang tinggi, ia hanya akan melakukan apa yang dibolehkan oleh Syariah. Maka sebagian besar amalnya berada pada tingkat *mubāh* —tidak bernilai pahala, tetapi juga tidak mendatangkan hukuman.

Shaykh Nour Kabbani

 

*WEDARAN SUHBAH SYAIKH NOUR*

Para Grandsyekh (para wali besar dan pemimpin thariqah) adalah orang-orang yang memiliki himmah, yaitu kekuatan tekad rohani yang sangat tinggi. Karena itu:

1. Mengapa kita meminta nazar (pandangan rahmat) mereka?

Karena pandangan mereka bisa mengubah kita—yang diibaratkan seperti debu, penuh kelemahan dan kekurangan—menjadi seperti emas, yaitu menjadi hamba yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih dekat kepada Allah.

Pandangan mereka bukan pandangan biasa, tetapi pandangan doa, pandangan kasih sayang, pandangan ruhani yang membawa perubahan dalam diri seseorang.

2. Apa itu madad?

Madad adalah pertolongan rohani yang datang dari para wali.

Syaikh Nour kabbani menjelaskan bahwa madad mereka itu:

“mengambil alih keberadaan kita” → maksudnya, mereka membantu kita yang lemah untuk tetap istiqamah

“menopang keberadaan kita” → maksudnya mereka mendoakan dan membimbing kita

“ruhāniyahnya memberi kehidupan kepada dunia” → maksudnya, karena dekat kepada Allah, doa dan keberadaan spiritual mereka menjadi sebab turunnya rahmat Allah ke dunia

Ungkapan seperti Quthbul Mutasharrif adalah istilah sufi untuk seorang wali besar yang menjadi pusat perputaran rahmat dan perhatian Ilahi kepada makhluk.

Orang yang tidak paham mungkin menolak atau merasa berat—dan Shaykh mengatakan, itu urusan mereka; setiap orang diberi pilihan untuk percaya atau tidak. Tapi ajaran ini adalah apa yang disampaikan oleh para Grandsyekh kepada murid-murid mereka.

3. Apa pentingnya himmah (tekad spiritual)?

Shaykh menjelaskan:

Orang yang punya himmah tinggi, dia akan selalu berusaha menjalankan tingkat ibadah tertinggi, yaitu yang disebut ‘azīmah — bentuk ibadah yang paling sempurna sesuai syariah.

Orang yang himmah-nya lemah, dia hanya melakukan ibadah pada tingkat boleh saja, tidak melanggar tapi juga tidak mengejar kualitas tertinggi.

Akhirnya:

Sebagian besar amal orang yang himmah-nya lemah itu berada pada tingkat mubāh—tidak dosa, tetapi juga tidak menghasilkan pahala besar.

*HIKMAH*

“Para wali besar punya kekuatan ruhani dan doa yang sangat tinggi. Jika kita mencari pandangan rahmat (nazar) dan pertolongan ruhani (madad) mereka, kita akan terangkat dari keadaan yang rendah menjadi lebih dekat kepada Allah. Tetapi itu hanya bermanfaat bagi orang yang memiliki himmah—tekad dan semangat spiritual—untuk mencapai ibadah terbaik.”