DZIKIR MELINGKAR
Rasulullah (saw) bersabda, “*Apabila engkau melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan rasa cinta*.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman Surga itu?” Nabi (saw) menjawab, “*Halaqah-halaqah atau lingkaran-lingkaran dzikir.*” (Tirmidzi)
Di dalam hadits ini disebutkan tentang lingkaran, bukannya barisan (shaf). Jika kalian tidak dapat menemukan tempat yang cukup besar untuk duduk dalam lingkaran, kalian bisa membuat lingkaran kecil dan di belakangnya lingkaran yang lebih besar dan seterusnya. Tetapi bila tidak memungkinkan juga, maka–*innamal a`maalu bi ‘n-niyyaat*–sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, jadi kalian bisa melakukannya dengan membuat shaf.
Allah (swt) akan mengubah area di lingkaran tersebut menjadi bagian dari Surga. Mengapa? Karena Allah mengatakan di dalam Hadits Qudsi; dan Rasulullah (saw) mengatakannya kepada kita,
أَنَا جَلِيْسُ مَنْ ذَكَرَنِي
*Aku duduk bersama orang yang mengingat-Ku.* (Hadits Qudsi. Ahmad, Bayhaqi)
Jadi Allah (swt) duduk bersama orang-orang yang mengingat-Nya. Secara harfiah, kita tidak menerima bahwa Allah duduk bersama mereka, tetapi maknanya adalah bahwa Dia mengirimkan tajali Asmaul Husna wal Shifat-Nya kepada orang-orang yang duduk dalam lingkaran dan mengingat-Nya. Jadi Dia akan bersama mereka.
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani q.s
______________
