SUHBAH

Lepaskan Kedua Sandalmu sebelum Menghadap Allah

Lepaskan Kedua Sandalmu sebelum Menghadap Allah

Salah satu Nama Suci Allah (swt) adalah al-Quddūs , Yang Mahasuci. Sayyidina Musa (as) berada di al-Wādi al-Muqaddas , lembah yang suci. Allah berfirman kepada Sayyidunā Mūsā (as), “ Lepaskanlah sandalmu, jangan ada kotoran di sini. ” Kotoran tidak bisa diterima di Hadirat Allah (swt). Jika tidak, engkau tidak bisa berada di sana. Jangan berpikir bahwa kalian bisa langsung mencapai Allah, sebagaimana yang mereka katakan.

Allah berfirman, fakhla‘ na‘layka , lepaskanlah kedua sandalmu. (Surat Ṭāhā, 20: 12). Awliyaullah menjelaskan bahwa itu adalah sandal secara fisik dan juga sandal yang kalian bawa secara rohaniah. Kotoran yang kalian bawa secara rohaniah. Apakah kedua sandal rohaniah ini? Mereka adalah qālib wan-nafs , tubuh dan ego. Tubuh penuh dengan nafsu hewani, quwwah bahīmiyyah , kekuatan bahā’im , daya kebinatangan: makan, minum, kawin; syahwatul ḥarām , tubuh ini membawa syahwat dan cenderung untuk memenuhi syahwat tersebut. Jadi Allah (swt) berfirman, “Tinggalkanlah syahwat itu, tinggalkan nafsu terhadap kesenangan yang kotor selain daripada Hadirat-Ku.” Dan kotoran yang lainnya selain daripada tubuh itu adalah an-nafs al-ammārah .

Apakah yang diperintahkan ego kepada kalian? an-nafs al-ammāratun bis-sū’ , apakah arti sū ’? Menyakiti, membahayakan. Ego memerintahkan untuk menyakiti. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Awliyaullah, al-quwwah as-sab‘iyyah , kekuatan yang kalian bawa dalam diri kalian untuk menyakiti orang lain. Itu adalah ghaḍab. Syahwah wal-ghaḍab . Jika kalian membawa syahwat dalam diri kalian, jika kalian membawa ghaḍab di dalam diri kalian, kalian tidak layak untuk berada di Hadirat Allah (swt), kalian mempunyai kotoran dalam diri kalian.

Awliyaullah telah datang untuk melakukan apa? Untuk membersihkan kotoran dari syahwat dan ghaḍab dari hati kita. Ketika kalian menjadi ṭāhir , ketika kalian telah suci dari syahwatul ḥarām, suci dari ghaḍab nafsānī, maka kalian menjadi ṭāhir, suci.

Mawlana Syekh Nour Kabbani
19 September 2025