LASKAR ACTIVITY

Pengajian Akbar : Membawa Cahaya Madinah ke Indonesia

Pengajian Akbar : Membawa Cahaya Madinah ke Indonesia

Cikarang, Jawa Barat – Sabtu, 13 Desember 2025

Pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, Laskar Sholawat Naqsybandi menyelenggarakan Pengajian Akbar bertema “Membawa Cahaya Madinah ke Indonesia” yang bertempat di Cikarang, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi momentum ruhani penting untuk menghidupkan kembali cinta, adab, dan keterhubungan batin umat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ melalui rangkaian pembacaan Mawlid Nabi Muhammad ﷺ, dzikir khatam Kwajagan, dan ziarah atsar Nabi ﷺ.

Acara ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah dan diisi dengan rangkaian amalan Ahlussunnah wal Jama‘ah yang kokoh secara dalil dan tradisi, meliputi pengajian, dzikir Khatam Khwajagan, pembacaan mawlid, serta ziarah rambut suci Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Seluruh rangkaian dilaksanakan dengan adab, kekhusyukan, dan niat khidmah kepada Rasulullah ﷺ.

*Ziarah Rambut Suci Nabi ﷺ: Menghadirkan Cahaya Kenabian*

Dalam khazanah Islam dan tasawuf Sunni, rambut suci Nabi ﷺ merupakan atsar (peninggalan) yang dimuliakan. Para sahabat telah mencontohkan tabarruk dengan rambut Nabi ﷺ, menyimpannya, dan menjadikannya wasilah doa—sebuah praktik yang disetujui Nabi ﷺ dan dijelaskan kebolehannya oleh para ulama seperti Imam an-Nawawi dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Rambut Nabi ﷺ bukan benda biasa. Ia adalah bagian dari jasad Rasulullah ﷺ yang disucikan Allah. Dalam perspektif tasawuf, jasad Nabi ﷺ terhubung dengan nur kenabian yang tidak terputus oleh wafat. Karena itu, ziarah rambut suci Nabi ﷺ bukanlah kultus benda, melainkan ekspresi mahabbah (cinta), pengagungan adab, dan penghadiran hati kepada kekasih Allah.

*Keutamaan Bersyahadat di Hadapan Rambut Suci Nabi ﷺ*

Pada momen ziarah, jamaah diajak memperbarui syahadat di hadapan rambut suci Nabi ﷺ. Bersyahadat adalah pintu segala cahaya—bukan sekadar lafaz, tetapi ikatan ruhani. Di hadapan atsar Nabi ﷺ, syahadat menjadi:

  • peneguhan iman di hadapan saksi sejarah kenabian,
  • ikrar cinta dan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ,
  • latihan adab tertinggi dan kerendahan hati,
  • penyambung ruhani kepada sumber cahaya risalah.

Ini adalah tajdid janji: memilih Allah sebagai Rabb, Islam sebagai jalan, dan Muhammad ﷺ sebagai Nabi dan teladan hidup—dengan cinta dan adab.

*Makna Tasawuf: Barakah, Adab, dan Transformasi Batin*

Tasawuf memandang barakah sebagai athar ruhani yang Allah letakkan pada makhluk pilihan-Nya. Ziarah atsar Nabi ﷺ—termasuk mencium rambut suci beliau—adalah sarana pendidikan hati: melembutkan jiwa, menundukkan ego, dan menginternalisasi akhlak Nabi ﷺ. Seperti mencium mushaf Al-Qur’an karena makna ilahiah yang diwakilinya, demikian pula atsar Nabi ﷺ dimuliakan karena nisbahnya kepada Rasulullah ﷺ.

Ziarah ini bukan nostalgia, melainkan transformasi batin: pembaruan cinta, kesadaran bahwa Nabi ﷺ hidup dalam makna, dan penguatan tauhid—bahwa manfaat hanya dari Allah, sementara atsar menjadi wasilah yang Dia kehendaki.

*Amanah Mursyid dan Tanggung Jawab Ruhani*

Dalam tasawuf Ahlussunnah wal Jama‘ah, amanah bukan kehormatan simbolik, melainkan tanggung jawab akhlak. Dititipkannya rambut suci Nabi ﷺ kepada murid adalah isyarat ridla dan kepercayaan mursyid, sekaligus ujian kejujuran dan adab.

Pada Pengajian Akbar ini, rambut suci Baginda Nabi Muhammad ﷺ dibawa oleh:

  • Kyai Shohib Ismail
  • Ustadz Ajay
  • Syaikh Muchsin

Sebagai perwakilan dari Yayasan Haqqani Indonesia dan Rumi Centre Indonesia, amanah ini dijalankan sebagai perjalanan dakwah cinta—menyambung hati umat dengan Rasulullah ﷺ, bukan perjalanan seremonial.

Sebagaimana ditekankan para masyayikh Naqsybandi: tarekat bukan panggung kehormatan, melainkan tempat memikul tanggung jawab.

*Laskar Sholawat Naqsybandi: Khidmah dan Dukungan Amanah*

Laskar Sholawat Naqsybandi menyatakan dukungan penuh atas amanah ini sebagai wujud:

  • khidmah kepada Rasulullah ﷺ,
  • ketaatan kepada mursyid,
  • tanggung jawab dakwah Aswaja.

Dukungan diwujudkan dengan menjaga adab ziarah, meluruskan niat tabarruk, dan menghidupkan sholawat. Sebab, barakah tidak lahir dari keramaian, tetapi dari keikhlasan dan adab.

*Hikmah: Amanah Cinta, Bukan Kebanggaan*

Tasawuf yang lurus tidak menjual klaim keselamatan melalui simbol. Semakin tinggi amanah, semakin berat tanggung jawab. Rambut suci Nabi ﷺ adalah amanah cinta, pengingat bahwa Rasulullah ﷺ hadir dalam cinta umatnya—menuntun akhlak, adab, dan kejujuran.

Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, menjaga amanah ini, melindungi para pembawanya, dan menjadikannya sebab turunnya rahmat serta persatuan umat di Indonesia.

“Ya Allah, hubungkanlah hati kami dengan Nabi-Mu ﷺ,
bukan dengan klaim, tetapi dengan cinta, adab, dan kejujuran.”

Diterbitkan oleh: Laskar Sholawat Naqsybandi
📞 Official WhatsApp: +62 895-0269-4844
🌐 Website: https://www.laskar-naqsybandi.com

Video 1:

 

Video 2: