ASRAR AWLIYA: SYEKH SELALU MENGAWASI KEADAAN MURID-MURIDNYA MINIMAL 3X SEHARI
ASRAR AWLIYA: SYEKH SELALU MENGAWASI KEADAAN MURID-MURIDNYA MINIMAL 3X SEHARI
Saya masuk ke dalam rumah Grandsyekh, dan beliau menatap saya lalu berkata, “Yā waladī, anakku, aku harus memberitahumu sesuatu yang tidak kami katakan kepada siapa pun, tetapi karena sayang padamu, aku akan mengatakannya. Kami diperintahkan oleh Nabi (saw) untuk melihat keadaan murid-murid, apa yang mereka lakukan, tiga kali dalam dua puluh empat jam. Itu yang paling rendah. Yang paling tinggi, kami bisa melihat murid kami kapan saja jika ada sesuatu yang penting untuk diselesaikan dengannya. Jadi aku harus memberitahumu bahwa ketika kami melihat kepada murid—kepadamu atau kepada murid mana pun— kami tidak memberimu yang manis-manis. Kami memberimu yang asam, yang pahit . Kami memberimu buah yang pahit, buah yang asam, bukan yang manis. Kami memberimu pergulatan, rintangan, masalah. Pada saat itu, ingatlah bahwa kami sedang melihatmu. Karena kesulitan itu datang dari kami kepadamu, agar kamu kembali ke jalur yang benar.”
Awliyā’ Allāh, ketika kalian tunduk kepada mereka, mereka ingin menguji kalian, dan memastikan bahwa kalian akan melewati seluruh jalan itu hingga mencapai “pantai keselamatan” di seberang lautan . Mereka akan menyuruh kalian untuk berjuang dengan perahu yang berlubang, dan terus maju ke arah seberang. Bagaimana caranya? Kalian letakkan tangan kalian ke air, dan air akan mendorong tangan kalian ke atas. Jadi kalian harus berjuang. Hanya dengan cara itu kalian bisa sampai ke sisi seberang.
Berjuang berarti mempersiapkan diri kalian untuk menghadapi kesulitan apa pun. Itulah sebabnya penting untuk menaatinya, karena beliau adalah ahli dalam mengenali cara-cara Syaithan menyerang dan bagaimana membebaskan kalian darinya. Beliau memiliki hikmah; dan beliau mempunyai keahlian khusus dalam ilmu semacam itu.
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani (q)
