ALLAH AL-MUSABBIB AL-ASBĀB, LALU APA YANG HARUS KITA LAKUKAN? | ALLAH AL-MUSABBIB AL-ASBĀB: WHAT, THEN, SHOULD WE DO?
ALLAH AL-MUSABBIB AL-ASBĀB, LALU APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?
Allah adalah Al-Musabbib al-Asbāb, Dia yang mengatur dan menetapkan seluruh sebab. Segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, baik yang tampak sebagai kebahagiaan maupun yang berupa kesulitan, kesedihan, dan penderitaan.
Lalu, apa yang harus kita lakukan?
Pertama, bertawakal kepada Allah. Kedua, merendahkan diri di hadapan Kekuasaan-Nya yang mutlak.
Bagaimana caranya?
Dengan mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau mengajarkan begitu banyak doa yang berisi permohonan kepada Allah melalui Asmaul Husna, memohon perlindungan dan pertolongan-Nya dalam setiap keadaan.
Rasulullah ﷺ berdoa:
“Allāhumma innī a‘ūdzu bika…”
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu…”
Dari apa?
“Minal ‘ajzi wal-kasal” — dari kelemahan dan kemalasan.
Mengapa?
Karena jika Allah menghendaki, Dia dapat menjadikan seseorang lemah. Ketika sakit, seseorang menjadi lemah. Ketika kehilangan semangat untuk beribadah, ia menjadi malas. Allah ﷻ mampu menciptakan berbagai keadaan yang menyebabkan seseorang kehilangan kekuatan dan motivasi.
Kemalasan itu tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam menjalankan tanggung jawab, pekerjaan, dan berbagai urusan kehidupan. Seseorang dapat menjadi malas dalam segala hal apabila Allah membiarkannya demikian.
Kemudian Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk berlindung kepada Allah dari sifat pengecut dan kikir:
“Wa minal jubni wal-bukhl.”
Beliau juga mengajarkan untuk berlindung dari kerakusan dan hasad:
“Wa a‘ūdzu bika minal hirshi wal-hasad.”
Beliau mengajarkan untuk berlindung dari lilitan utang dan tekanan manusia:
“Wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.”
Beliau mengajarkan untuk berlindung dari fitnah Dajjal:
“Wa min fitnatil-Masīhid-Dajjāl.”
Beliau mengajarkan untuk berlindung dari azab kubur:
“Wa min ‘adzābil-qabr.”
Beliau mengajarkan untuk berlindung dari fitnah dan azab neraka:
“Wa min fitnatin-nār wa ‘adzābin-nār.”
Dan beliau mengajarkan untuk berlindung dari berbagai ujian kehidupan dan kematian:
“Wa min fitnatil-mahyā wal-mamāt.”
Begitu banyak doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada umatnya agar mereka memahami bahwa semua urusan tidak berada di tangan manusia. Semuanya berada di Tangan Allah, Al-Musabbib al-Asbāb, Dia yang mengatur seluruh sebab dan akibat.
— Mawlana Shaykh Nour Kabbani
Zawiyah Fenton, Michigan
9 Mei 2026
ALLAH AL-MUSABBIB AL-ASBĀB: WHAT, THEN, SHOULD WE DO?
Allah is Al-Musabbib al-Asbāb—the One who creates, governs, and controls all causes. Everything occurs by His Will, whether it appears as happiness, blessing, hardship, sorrow, or suffering.
So what should we do?
First, place our trust in Allah. Second, humble ourselves before His Absolute Power.
How do we do that?
By following what the Prophet Muhammad ﷺ taught us. He taught countless supplications in which he called upon Allah through His Beautiful Names, seeking His protection and assistance in every circumstance.
The Prophet ﷺ would pray:
“Allāhumma innī a‘ūdzu bika…”
“O Allah, I seek refuge in You…”
From what?
“Minal ‘ajzi wal-kasal” — from weakness and laziness.
Why?
Because if Allah wills, He can make a person weak. When someone becomes ill, they become weak. When they lose the motivation to worship, they become lazy. Allah ﷻ can create circumstances that deprive a person of strength, energy, and determination.
Laziness is not limited to worship. It can affect one’s responsibilities, work, and every aspect of life. A person may become negligent in all matters if Allah leaves them to themselves.
The Prophet ﷺ also taught us to seek refuge from cowardice and miserliness:
“Wa minal jubni wal-bukhl.”
He taught us to seek refuge from greed and envy:
“Wa a‘ūdzu bika minal hirshi wal-hasad.”
He taught us to seek refuge from overwhelming debt and the oppression of people:
“Wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.”
He taught us to seek refuge from the trials of the False Messiah (al-Dajjāl):
“Wa min fitnatil-Masīhid-Dajjāl.”
He taught us to seek refuge from the punishment of the grave:
“Wa min ‘adzābil-qabr.”
He taught us to seek refuge from the trials and punishment of the Fire:
“Wa min fitnatin-nār wa ‘adzābin-nār.”
And he taught us to seek refuge from the trials of life and death:
“Wa min fitnatil-mahyā wal-mamāt.”
The Prophet ﷺ taught these supplications so that his community would understand a profound reality: nothing is truly in our hands. Everything is in the Hands of Allah, Al-Musabbib al-Asbāb—the One who governs all causes and all outcomes.
— Mawlana Shaykh Nour Kabbani
Zawiyah Fenton, Michigan
May 9, 2026




Views Today : 2
Views Yesterday : 42
Views Last 7 days : 116
Views Last 30 days : 116
Views This Month : 116
Views This Year : 116
Total views : 117