Sambutan Mawlana Shaykh Hisham Kabbani kepada Yang Mulia Raja Charles III
(Saat itu masih menyandang gelar HRH Pangeran Wales)
Diselenggarakan oleh Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Manchester United Football Club, Old Trafford
Manchester, Inggris
4 Februari 2010
Pidato Utama Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi ta’ala wa barakatuh.
Yang Mulia Pangeran Wales, terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Anda.
Hari ini adalah hari yang akan terus kami kenang dan bicarakan selama bertahun-tahun ke depan. Kami akan menceritakannya kepada anak-anak dan cucu-cucu kami. Ini adalah hari yang begitu istimewa dan agung sehingga lidah kami seakan membeku untuk mengungkapkan perasaan kami. Namun saya akan mencoba “mencairkannya” sedikit agar dapat menyampaikan sebuah pesan singkat. (hadirin tertawa)
Pertama-tama, saya menyampaikan salam dari guru saya yang fotonya ada di sini, Mawlana Shaykh Nazim Adil al-Haqqani. Semoga Allah menganugerahkan umur panjang kepada beliau. Atas nama beliau, para masyayikh, dan seluruh hadirin yang hadir pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan beberapa kata untuk mengabadikan kebahagiaan dari peristiwa yang bersejarah ini dalam hati kita.
Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk memperkenalkan kepada hadirin yang mulia dan beragam ini—yang berasal dari berbagai agama, bangsa, dan latar belakang kehidupan—sosok Yang Mulia Pangeran Wales.
Pertemuan ini bagaikan sebuah taman bunga yang megah dengan warna-warna yang tak terlukiskan keindahannya. Di atas taman tersebut membentang pelangi yang bercahaya, yaitu kehadiran Yang Mulia Pangeran Charles, Pangeran Wales.
Pertemuan-pertemuan seperti ini, Yang Mulia, merupakan harapan bagi kemanusiaan. Sebagai bagian dari keluarga kerajaan, Anda memiliki kedudukan yang dihormati oleh banyak orang. Sepanjang sejarah, keluarga kerajaan selalu memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat.
Anda berada di hati kami, demikian pula Ibunda Anda, Sang Ratu, dan seluruh keluarga kerajaan.
Mereka adalah sumber cahaya, mercusuar bagi para pencari kebenaran, oasis di tengah padang pasir, gelombang yang menggerakkan lautan, mata air bagi sungai-sungai tempat kita minum, kristal yang menghiasi permata-permata yang kita kenakan, embun surgawi pada setiap daun, denyut kehidupan bagi makhluk hidup, serta bintang, matahari, dan bulan yang menerangi cakrawala.
Mereka adalah kekuatan yang mengarungi samudra ilmu pengetahuan, keyakinan, filsafat, dan tradisi. Anda adalah bagian dari semua itu, demikian pula kerajaan Anda. Kami berharap kerajaan ini terus hidup dan berkembang, serta semoga Allah memberikan keberkahan kepada generasi demi generasi yang akan datang untuk menikmati negeri ini.
Jalaluddin Rumi berkata dalam syairnya:
“Kita memiliki jalan dari dunia yang terlihat menuju Alam Yang Tak Terlihat. Ada sebuah jalan.”
Inilah jalan para sufi, jalan orang-orang berilmu, laki-laki dan perempuan yang bijaksana, yang berusaha menjalani kehidupan melalui hati mereka. Mereka bekerja dengan niat yang baik, karena kami adalah pengikut para utusan Allah: Nabi Isa, Nabi Musa, Nabi Muhammad, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan para nabi sebelum mereka.
Mereka membawa pesan untuk seluruh umat manusia, bahkan bagi mereka yang tidak beragama sekalipun. Mereka adalah manusia, dan kami mencintai mereka sebagaimana mereka mencintai kami.
Kami menerima semua orang.
Sebagaimana dikatakan oleh Rumi, dan sebagaimana syair itu baru saja disebutkan oleh Imam Chishti:
“Kami memiliki jalan dari rumah menuju taman. Kami adalah tetangga pohon cemara dan bunga melati.”
Beliau juga berkata:
“Setiap hari kami datang ke taman.”
Dan hari ini kami datang ke taman Anda, Yang Mulia,
“Untuk melihat seratus bunga yang bermekaran.”
Kehadiran Anda membuat bunga-bunga bermekaran di hati setiap orang.
Orang-orang datang dari berbagai penjuru untuk bertemu dengan Anda dan menyaksikan kemuliaan yang ada dalam diri Anda, agar mereka dapat menyebarkan bunga-bunga cinta itu kepada para pecinta.
Rumi melanjutkan:
“Kami memenuhi jubah-jubah kami dengan bunga-bunga itu. Jubahku penuh dengannya, jubahmu penuh dengannya, dan setiap jubah dipenuhi hingga melimpah.”
Dan beliau berkata:
“Perhatikan kata-kata kami. Kata-kata itu adalah keharuman mawar-mawar tersebut. Kami adalah semak mawar dari taman keyakinan.”
Wahai tamu kerajaan kami yang mulia,
Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang Mulia:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Pertemuan ini, sebagaimana banyak pertemuan lainnya di Inggris dan di seluruh dunia, adalah pertemuan yang menghadirkan hikmah dan kebahagiaan.
Semoga Allah menganugerahkan kebahagiaan kepada Anda.
Semoga Allah melimpahkan cinta-Nya kepada Anda.
Semoga Allah memberkahi Anda dalam segala keadaan.
Saya hanyalah seekor semut; dibandingkan dengan kedudukan Anda, saya bukanlah siapa-siapa. Saya hanyalah seorang biasa yang mendapat kesempatan berdiri di hadapan Anda untuk menyampaikan beberapa kata.
Merupakan kebahagiaan besar bagi saya dan seluruh hadirin untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Anda.
Semoga Allah memberkahi kami semua, memberkahi seluruh hadirin, dan memberkahi Anda.
Terima kasih banyak.
Saya akan mengakhiri sambutan ini dengan sebuah doa. Semoga saya masih tepat waktu! (hadirin tertawa)
Doa
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
ٱللَّهُمَّ ٱجْعَلْ أَوَّلَ لِقَائِنَا هَٰذَا صَلَاحًا، وَأَوْسَطَهُ فَلَاحًا، وَآخِرَهُ نَجَاحًا.
ٱللَّهُمَّ ٱجْعَلْ أَوَّلَهُ رَحْمَةً، وَأَوْسَطَهُ نِعْمَةً، وَآخِرَهُ تَكْرِيمًا وَمَغْفِرَةً.
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي تَوَاضَعَ كُلُّ شَيْءٍ لِعَظَمَتِهِ، وَذَلَّ كُلُّ شَيْءٍ لِعِزَّتِهِ، وَخَضَعَ كُلُّ شَيْءٍ لِمُلْكِهِ، وَٱسْتَسْلَمَ كُلُّ شَيْءٍ لِقُدْرَتِهِ،
وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي سَكَنَ كُلُّ شَيْءٍ لِهَيْبَتِهِ، وَأَظْهَرَ كُلُّ شَيْءٍ لِحِكْمَتِهِ، وَتَصَاغَرَ كُلُّ شَيْءٍ لِكِبْرِيَائِهِ.
ٱللَّهُمَّ أَيْقِظْنَا فِي أَحَبِّ ٱلسَّاعَاتِ إِلَيْكَ يَا وَدُودُ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا، وَٱعْفُ عَنَّا، وَٱغْفِرْ لَنَا، وَٱرْحَمْنَا، وَٱهْدِنَا إِلَى ٱلْحَقِّ وَإِلَى ٱلطَّرِيقِ ٱلْمُسْتَقِيمِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى ٱلْمُرْسَلِينَ، وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ.
ٱلْفَاتِحَةُ.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa saya sempat berbisik kepada Yang Mulia bahwa kami sangat menantikan pertemuan kedua di masa mendatang. Jadi, kita lihat saja apa yang akan terjadi.
Terima kasih banyak.




Views Today :
Views Yesterday : 42
Views Last 7 days : 114
Views Last 30 days : 114
Views This Month : 114
Views This Year : 114
Total views : 115