News

Al-ḥilm adalah garamnya akhlak yang baik | Al-ḥilm is the salt of good character

Al-ḥilm adalah garamnya akhlak yang baik.

Sebagaimana makanan tanpa garam kehilangan cita rasanya, demikian pula berbagai akhlak dan kebajikan tanpa sifat ḥilm kehilangan kualitas, keindahan, dan keseimbangannya. Seseorang mungkin berilmu, dermawan, dan tekun beribadah, namun tanpa ḥilm, semua itu dapat ternoda oleh kemarahan, ketidaksabaran, dan kekasaran. Oleh karena itu, akhlak yang baik tidak akan sempurna tanpa ḥilm. Seseorang harus memiliki kemampuan menahan diri, kesabaran, dan sifat pemaaf.

Al-ḥilm is the salt of good character.

Just as food without salt loses its flavor, good morals and virtuous qualities lose their excellence, beauty, and balance without ḥilm. A person may be knowledgeable, generous, and diligent in worship, but without ḥilm, all of these virtues can be tarnished by anger, impatience, and harshness.

Therefore, good character cannot be complete without ḥilm. One must possess self-restraint, patience, and a forgiving nature.