“Menaklukkan Nafsu: Jalan Para Nabi dan Awliya”
“Menaklukkan Nafsu: Jalan Para Nabi dan Awliya”
Kemampuan untuk menundukkan anggota tubuh di bawah kendali diri sendiri merupakan tanda seorang hamba Allah yang sejati. Jika seseorang tidak mampu melakukan hal tersebut, maka sesungguhnya ia masih menjadi budak dari ego atau nafs-nya.
Seseorang harus mampu menasihati dirinya sendiri sebelum menasihati orang lain. Jika nafs telah menerima untuk berada di bawah kendali dan disiplin dirinya, maka orang lain pun akan lebih mudah menerima bimbingan dan arahannya.
Inilah jalan para Nabi dan para Awliya Allah. Mereka terlebih dahulu berjuang melawan diri mereka sendiri sebelum membimbing orang lain. Karena itulah, ketika mereka berbicara, ucapan mereka meninggalkan bekas yang mendalam di dalam hati orang-orang yang mendengarkannya.
Apabila seseorang mendengarkan dengan hati yang terbuka, mustahil baginya untuk tidak memperoleh manfaat dari ucapan seorang Nabi atau seorang Wali. Dari nasihat mereka, ia akan mendapatkan kekuatan untuk mengendalikan nafs-nya dan berjalan di atas jalan yang lurus.
Tidaklah cukup hanya dengan mengatakan, “Saya seorang Muslim,” atau sekadar mengucapkan kalimat syahadat. Seorang Muslim harus berusaha menjaga seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan-perbuatan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam, serta menjauhi segala sesuatu yang haram, yaitu segala hal yang dilarang oleh Allah.
— Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani q.s.
The ability to bring one’s limbs under the control of one’s own will is a sign of a true servant of Allah. If a person is unable to do so, then he remains a slave to his ego, or nafs.
One must be able to advise oneself before advising others. If the nafs has accepted discipline and control, then others will also be more inclined to accept one’s guidance and direction.
This is the way of the Prophets and the Awliya of Allah. They first struggled against themselves before guiding others. For this reason, when they spoke, their words left a deep impression upon the hearts of those who listened.
When a person listens with an open heart, it is impossible not to benefit from the words of a Prophet or a Saint. Through their guidance, one gains the strength to control the nafs and walk upon the Straight Path.
It is not enough merely to say, “I am a Muslim,” or simply recite the Shahadah. A Muslim must strive to keep all of his limbs away from actions that do not reflect Islamic values and to avoid everything that is haram—that is, everything forbidden by Allah.
— Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim al-Haqqani q.s.




Views Today : 2
Views Yesterday : 42
Views Last 7 days : 116
Views Last 30 days : 116
Views This Month : 116
Views This Year : 116
Total views : 117