Suhbah

Pada Akhirnya Engkau Akan Menjadi Debu

๐Ÿ“— Pada Akhirnya Engkau Akan Menjadi Debu

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูฐุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู
ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…

Apa yang kami sampaikan ini sangat penting. Pada akhirnya engkau akan menjadi debu. Karena itu, janganlah mengejar sesuatu yang pada akhirnya hanya menjadikanmu debu. Sebaliknya, mintalah tujuan-tujuan langit, tujuan-tujuan yang mulia dari sisi Allah. Milikilah cita-cita surgawi agar engkau dapat menyelamatkan dirimu dari kegelapan kehidupan yang singkat dan penuh noda ini, sehingga ruhmu dapat naik menuju alam-alam langit.

Wahai manusia! Cukuplah menjadi mabuk oleh dunia. Datanglah dan dengarkan. Datanglah dan renungkan. Datanglah dan berusahalah memahami, sebelum terlambat; ketika orang-orang meletakkanmu ke dalam peti jenazah dan membawamu dengan kendaraan.

Saat itu engkau tidak lagi dapat berjalan dengan kakimu sendiri. Dengan paksa mereka mengangkatmu dan membawamu. Bahkan tanpa engkau meminta untuk pergi, mereka akan membawamu ke pemakaman dan menempatkanmu di bawah tanah. Mereka meninggalkanmu di sana, lalu kembali pulang.

Di manakah tujuan-tujuanmu?

Di manakah kebahagiaan yang engkau kejar dan perjuangkan?

Ke manakah engkau akhirnya sampai, wahai anak Adam?

Engkau sampai ke kuburan.

Ke pemakaman.

Janganlah lupa. Tinggalkanlah kemabukan dunia. Hendaklah engkau berbahagia di dunia dan di akhirat dengan membuat Tuhanmu ridha kepadamu. Dengan demikian engkau akan disambut menuju alam yang lain melalui langit-langit kemuliaan, bukan dikuburkan di bawah lapisan-lapisan kegelapan yang berada di bawah kakimu.

Semoga Allah mengampuni kita.

Wahai manusia! Dengarkan dan taatilah. Jika tidak, miliaran manusia akan menyesal, tetapi penyesalan itu tidak lagi memberi manfaat bagi mereka.

Semoga Allah mengampuniku dan juga mengampuni kalian, wahai manusia.

As-salฤmu โ€˜alaykum wa raแธฅmatullฤhi wa barakฤtuh.

๐ŸŒน Mawlana Shaykh Nazim Adil al-Haqqani, Sulแนญฤnul Awliyฤโ€™ (q)
๐Ÿ“ Lefke, Kamis, 27 Agustus 2009
#SufiLive ๐Ÿ’š๐Ÿคฒ