News

Pertemuan Mawlana Shaykh Nazim dengan Paus Benediktus XVI

Wafatnya Paus Emeritus Benediktus XVI

Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an-Naqsybandi (ق)

Paus Emeritus Benediktus XVI wafat di Vatikan pada usia 95 tahun.

Pada tahun 2010, As-Sayyid Mawlana Shaykh Nazim Adil al-Haqqani (qaddasallāhu sirrahu) bertemu dengan Paus Benediktus XVI di Siprus Utara. Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Sister Sanaa Nadim dari New York, yang telah dikenal selama puluhan tahun karena dedikasinya dalam membangun dialog dan hubungan antaragama. Beliau merupakan seorang murid dari Mawlana Shaykh Nazim dan Mawlana Shaykh Hisham. Dalam pertemuan itu, beliau didampingi pula oleh sepupu Mawlana Shaykh Hisham.

Saat pertemuan berlangsung, Mawlana Shaykh Nazim berusia 88 tahun, sedangkan Paus Benediktus XVI berusia 83 tahun.

Mawlana Shaykh Nazim merupakan satu-satunya pemimpin Muslim asal Siprus yang bertemu langsung dengan Paus. Paus Benediktus sangat terharu dalam pertemuan tersebut dan memohon doa dari Mawlana.

Keduanya berbincang layaknya dua saudara yang saling menghormati, saling bertukar hadiah, dan berpelukan sebagai tanda persaudaraan.


Kita Tidak Selalu Memahami Jalan Para Awliya

Setelah pertemuan itu, Mawlana Shaykh Nazim secara pribadi menyampaikan bahwa beliau diutus untuk meringankan beban yang dipikul oleh Paus dan membantunya memasuki fase kehidupan yang lebih tenang, yang kemudian diwujudkan melalui pengunduran dirinya dari jabatan kepausan.

Dampak dari pertemuan bersejarah tersebut dirasakan di berbagai belahan dunia.

Demikianlah salah satu bentuk kekuasaan spiritual yang Allah anugerahkan kepada Awliyaullah—jalan dan hikmah mereka sering kali berada di luar jangkauan pemahaman kita.

Namun, sebagai murid, kita hendaknya selalu memelihara keyakinan yang mendalam bahwa mereka dibimbing oleh Rasulullah ﷺ, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

(QS. Al-Anbiya’: 107)

Semoga Allah ﷻ senantiasa menanamkan dalam hati kita rasa hormat kepada seluruh hamba-Nya yang tulus, membimbing kita untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah ﷺ dalam berdakwah dengan kasih sayang, serta memperkokoh kecintaan kita kepada para Awliya yang berjalan di bawah bimbingan beliau. Āmīn.