Bersiaplah Menghadapi Kesulitan, Karena Kemudahan Tidak Selamanya Bertahan
(Ibn Abi Shaybah dalam kitabnya, Al-Mushannaf)
Maksudnya adalah menjalani kehidupan dengan sikap yang keras dan sederhana, karena nikmat dan kemudahan tidak akan selalu bertahan selamanya. Suatu hari, nikmat tersebut bisa saja diambil karena alasan tertentu. Maka hiduplah dengan kesiapan menghadapi kesulitan, meskipun engkau memiliki uang, rumah, mobil, pesawat, atau kapal pesiar. Karena ketika ujian dan musibah datang, semuanya bisa hilang.
Berkali-kali kita memberikan contoh tentang Aristotle Onassis, yang pernah menjadi orang terkaya di dunia. Ia menikahi janda Presiden John F. Kennedy, yaitu Jacqueline Kennedy. Ia memiliki seorang putra yang kepadanya ia kumpulkan seluruh kekayaannya. Namun putranya meninggal dalam kecelakaan pesawat, kemudian Onassis sendiri juga meninggal. Lalu siapa yang menikmati seluruh kekayaan itu setelahnya?
Jangan menganggap sesuatu benar-benar milikmu, karena musibah dapat datang dan semuanya bisa diambil. Jadikan kemiskinan sebagai sebuah jubah yang engkau kenakan. Maka ketika masa sulit datang, engkau sudah terlatih menghadapinya.
Ketika seseorang berada dalam keadaan miskin, ia menjadi rendah hati. Ia merasa bahwa orang lain lebih baik darinya. Maka latihlah dirimu untuk memiliki kerendahan hati, karena dengan itu Allah akan mengangkat derajatmu.
Jangan berharap manusia yang mengangkatmu, karena itu tidak berarti apa-apa. Yang engkau inginkan adalah Allah yang mengangkatmu.
Para presiden, wali kota, raja-raja—mereka tidak membawa apa pun bersama mereka ketika meninggal. Kecuali jika mereka adalah orang-orang yang baik, maka Allah akan mengampuni mereka. Namun jika mereka berbuat zalim, mereka akan membawa pertanggungjawaban dan akibat dari perbuatan mereka.
“Menjadikan kesulitan sebagai jubah” berarti ketika seseorang menyakitimu, mencacimu, atau membicarakan keburukanmu di belakangmu, persiapkan dirimu untuk menghadapi hari seperti itu dan tetaplah diam.
Karena itulah Sayyidina ‘Ali (radhiyallahu ‘anhu) berkata:
الزم السكوت
Alzim as-sukūt — “Tetaplah diam.”
Dengarkan, amati, kemudian bertindaklah.
Semoga Allah ﷻ membimbing kita dan menggerakkan kita menuju jalan yang benar. آمين.





Views Today : 4
Views Yesterday : 38
Views Last 7 days : 944
Views Last 30 days : 1860
Views This Month : 1725
Views This Year : 3544
Total views : 3545