Suhbah

Duduklah di Roket Surgawi

๐Ÿ“— Duduklah di Roket Surgawi!

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูฐุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…

Wahai manusia!

Kalian telah dianugerahi pakaian kehormatan dari langit. Allah Yang Maha Agung ingin mengenakan kepada kalian suatu kemuliaan yang gunung-gunung, bumi, dan langit merasa takut untuk memikulnya. Mereka semua berkata, “Kami tidak sanggup memikulnya,” sedangkan manusia berkata, “Kami sanggup memikulnya.”

Siapakah yang akan mengenakan pakaian itu kepada mereka?

“Wabtaghu ilayhil wasilah” โ€” carilah jalan untuk mendekat kepada-Nya. Itu adalah perintah. Tanpa perantara, kalian tidak akan sampai. Allah memerintahkan:

“Wahai manusia! Carilah jalan untuk mencapai pakaian kehormatan yang telah disiapkan sejak Azali hingga Abadi!”

Subhanallah!

Jika kalian ingin membuat pakaian, kalian membawa kain kepada seorang penjahit agar dibuatkan pakaian untuk kalian. Demikian pula anugerah langit yang telah Allah siapkan sejak zaman Azali, diperuntukkan bagi mereka yang berkata:

“Kami sanggup memikul pakaian kehormatan surgawi itu!”

Katakanlah, apakah pakaian itu dan siapakah yang mengenakannya kepada mereka?

Apakah Allah Yang Maha Agung langsung mengenakannya kepada kalian? Apakah hakikatnya?

Rabb langit dan bumi telah menetapkan sejak Azali seseorang yang bertugas mengenakan pakaian kehormatan itu kepada manusia.

Siapakah dia?

Katakan kepada kami!

Karena kalian terus memerangi orang-orang yang berusaha menunjukkan sedikit penghormatan kepada beliau, lalu kalian mengatakan, “Itu syirik!”

Kalian tidak memahami apa itu syirik dan apa kedudukan sebenarnya Sang Penutup Para Nabi ๏ทบ.

Katakanlah!

Allah berfirman:

“Wabtaghu ilayhi” โ€” carilah jalan menuju kepada-Nya, carilah tujuan itu.

Sebagai contoh, jika Rabb langit berfirman:

“Pakaian suci kalian berada di bulan.”

Maka perintah “wabtaghu ilayhil wasilah” berarti carilah cara untuk mengambil pakaian kehormatan tersebut.

Namun sebagian orang berkata:

“Syekh mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar dan tidak kami pahami.”

Tidak!

Kalian sebenarnya memahami apa yang menyebabkan aku berbicara kepada kalian setiap hari. Kalian mengaku sebagai ulama!

Karena itu tujuan kami adalah menembakkan sebagian hakikat kepada kalian agar ego kalian jatuh tersungkur. Sebab ego kalian berkata:

“Kami tidak membutuhkan wasilah. Tidak ada perantara antara kami dan pakaian suci kami!”

Tidak!

Itu adalah pemahaman yang keliru.

Kalian harus bertanya:

“Siapakah roket yang dapat membawa kami menuju pakaian-pakaian Ilahi itu agar kami dikenakan dengannya?”

Ketika kalian telah mengenakan pakaian tersebut, kalian tidak akan kembali ke bawah. Kalian akan terus naik, naik, dan naik menuju samudra kemuliaan yang tidak bertepi, samudra kehormatan yang tidak berakhir, samudra pujian yang tidak terbatas, dan samudra keagungan yang tidak berujung bagi Rabb langit dan bumi.

Wahai manusia!

Dengarkanlah dan cobalah memahami sesuatu.

Mereka membuatku berbicara pada tingkatan pertama manusia seperti diriku. Sawfa taraa โ€” kelak kalian akan melihat, apabila kalian datang dan mengambil pakaian kehormatan itu.

Kalian tidak akan tetap berada di sini.

Kalian akan segera diundang menuju samudra kerajaan Ilahi yang terus-menerus memancar tanpa akhir.

Apa pendapat kalian tentang ayat ini?

ูˆูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฏูŽุฑููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ู‚ูŽุฏู’ุฑูู‡ู

Wa maa qadaroo’llaha haqqa qadrih.

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya terhadap-Nya.” (QS. Az-Zumar: 67)

Subhaanaka yaa Rabb, Subhaanaka!

Subhaanaka, Sulthaanaka!

(Syaikh Mawlana duduk)

Semoga Allah mengampuni kita.

Allah! Maa syaa Allah, laa quwwata illaa billaah.

๐ŸŒน Sulthan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani (q)
๐Ÿ“… 15 September 2010
๐Ÿ“ Lefke, Siprus

#SufiLive ๐Ÿคฒ๐Ÿ’š