Suhbah

Jangan Salah Menggunakan Waktu

*Jangan Salah Menggunakan Waktu*

Allah menjadikan siang dan malam sebagai pelajaran bagi kehidupan kita. Siang adalah waktu untuk mengurus urusan dunia, sedangkan malam adalah waktu untuk mempersiapkan bekal akhirat. Jangan sampai malam yang Allah berikan justru dihabiskan hanya untuk mengejar dunia, karena malam memiliki keberkahan khusus untuk beribadah dan mendekat kepada-Nya.

Allah ﷻ membagi waktu manusia menjadi tiga bagian yang seimbang: delapan jam untuk tidur, delapan jam untuk bekerja, dan delapan jam untuk beribadah. Inilah keseimbangan hidup yang seharusnya kita jaga.

Jika delapan jam bekerja dijalani dengan istiqamah, jujur, dan tanpa bercampur dengan maksiat, maka pekerjaan itu juga bernilai ibadah karena kita sedang menjalankan perintah Allah untuk mencari rezeki yang halal.

Begitu pula dengan tidur. Jika kita tidur dengan niat yang benar, secukupnya, agar memiliki tenaga untuk bangun shalat Subuh dan beribadah, maka tidur itu pun dicatat sebagai ibadah. Namun jangan sampai waktu tidur dihabiskan untuk menonton video atau bermain gim hingga larut malam.

Delapan jam berikutnya adalah waktu ibadah. Ibadah bukan hanya shalat lima waktu, tetapi juga membimbing keluarga, mendidik anak-anak, dan menjalankan tanggung jawab rumah tangga dengan niat karena Allah. Bahkan ketika suami dan istri bekerja demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya, itu pun dapat bernilai ibadah.

Sayangnya, banyak orang mengabaikan pembagian waktu yang telah Allah tetapkan. Ada yang hanya tidur lima jam, lalu bangun dalam keadaan lelah sehingga sulit beribadah. Kondisi seperti ini memudahkan setan untuk menggoda manusia melalui hawa nafsunya, hingga ia lebih mengikuti keinginan diri daripada kehendak Allah.

Banyak pula yang menghabiskan malam dengan bermain gim atau mendengarkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagian orang tua bahkan merasa senang karena anak-anaknya sibuk dengan itu. Padahal, seandainya mereka dibiasakan mendengarkan Al-Qur’an, qasidah, atau nasyid, maka anak-anak dan orang tuanya sama-sama memperoleh pahala.

Karena itu, kita harus benar-benar berhati-hati dalam memanfaatkan waktu yang Allah amanahkan kepada kita. Waktu adalah nikmat yang akan dimintai pertanggungjawaban, dan orang yang mampu menjaganya dengan seimbang akan memperoleh keberkahan di dunia sekaligus keselamatan di akhirat.

~ Disampaikan oleh Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani q.s.