Suhbah

Jalan Kami Adalah Kebersamaan (Companionship)

*Jalan Kami Adalah Kebersamaan (Companionship)*

๐Ÿ“– Suhbah Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ู‚

ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู…ู

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’

Shah Naqshband ู‚ berkata:

“Jalan kami adalah kebersamaan (companionship).”

Artinya, kita harus hidup dalam kebersamaan dengan sesama. Kebersamaan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam jalan spiritual kita.

Jalan kita adalah hidup sebagai satu komunitas besar yang saling membantu. Yang kaya membantu yang miskin, yang sehat membantu yang sakit, dan yang kenyang membantu mereka yang kelaparan.

Keadaan itu ibarat lebah yang selalu berada di sekitar ratu lebah. Dengan adanya ratu lebah, mereka dapat menghasilkan madu. Namun jika tidak ada ratu lebah, mereka akan menjadi seperti tawon yang hanya mampu menyengat, tetapi tidak menghasilkan madu.

Apa yang diperlukan agar madu dapat dihasilkan? Kehadiran ratu lebah. Tanpanya tidak akan ada madu, bahkan tidak akan ada kelangsungan generasi.

Allah ๏ทป telah memuliakan kaum wanita. Seandainya tidak ada wanita, kehidupan akan terhenti dan segala sesuatu akan mati. Oleh karena itu, para wanita seharusnya berbahagia. Allah telah menganugerahkan kepada mereka banyak keutamaan. Namun, mereka masih saja sering mengeluh.

(Mawlana Shaykh Hisham Kabbani tersenyum, dan para hadirin pun tertawa.)

โ€” Mawlana Shaykh Hisham Kabbani ู‚

Santiago, Chile โ€ข 3 Februari 2011