NewsSUHBAH

Bagian 2: Hindari Pergaulan yang Buruk

#Seri 6 Pokok Nasihat Mawlana

Yang kedua, yaa bunayya, iyyaaka wa shaahibu suu’ (يا بني : إياك وصاحب السوء), wahai anakku, waspadalah dengan pergaulan yang buruk. Yakni orang-orang yang tidak peduli dengan Akhirat dan yang kita sebut sebagai “gang”. Ada juga gang yang tidak terlibat dengan narkoba atau pembunuhan, tidak, tetapi ada gang yang membawa kalian ke tempat-tempat yang membuat kalian menjadi tersesat. Waspadalah, jangan mengikuti mereka.

 

fa innahu kas-sayf (فإنه كالسيف), ia bagaikan sebuah pedang. Yuhshinu manzharah (يحسن منظره), “Ia terlihat bagus bagimu, tetapi kenyataannya ia adalah yang paling qabiih (قبيح), yang paling buruk.” Jadi jangan berteman dengan orang yang mempunyai karakter buruk, ia adalah orang yang akan membawa kalian menuju kegelapan.

“Mengapa engkau shalat?” “Untuk apa?” “Mengapa engkau berpuasa?” “Apa gunanya?” Banyak orang yang mengatakan seperti itu. Mereka adalah Muslim. “Mengapa engkau puasa, apa gunanya?”

 

Saya mendengar bahwa di negeri Muslim terbesar di dunia, yakni Indonesia; kemarin saya mendengar bahwa banyak Muslim yang tidak berpuasa. Jadi jangan bersama orang-orang seperti ini!

 

Sekarang, jika kalian berbuat dosa, selain daripada meninggalkan kelima rukun Islam, Allah mengampuni, tetapi jika kalian tidak puasa, Allah tidak akan mengampuni. Itu berbahaya. Jika kalian berbuat dosa–katakanlah kalian melihat sesuatu yang haram, kalian ucapkan, “Astaghfirullah,” ambil wudhu, selesai. Tetapi bila kalian tidak puasa, bagaimana kalian akan menggantinya? Tidak bisa. Kalian tidak shalat, bagaimana kalian akan menggantinya? Banyak orang yang mengatakan, “Oh, aku tidak shalat, aku akan shalat nanti.” Qada–yakni melakukan shalat di waktu yang terlewat.

 

Tidak! Kalian akan shalat di… menurut *Hadits Nabi (saw) dan siirah, “Siapa pun yang tidak shalat, ia akan melakukan shalatnya di Neraka. Sampai ia selesai melakukan semua shalat yang dilewatinya, barulah ia akan masuk Surga.* Begitu juga dengan puasa, ia akan melakukan puasanya di Neraka sampai ia melakukan semua puasanya, barulah ia masuk Surga. Karena Mukmin dan Muslim pada akhirnya mereka akan masuk Surga walaupun ia tidak berpuasa dan shalat, ia akan diberi hukuman terlebih dahulu, barulah kemudian dikirim, jadi tidak selamanya di Neraka. Hanya orang-orang non Mukmin yang berada di Neraka selamanya.

 

Jika kalian melihat sesuatu yang haram atau jika kalian melakukan sesuatu yang tidak dapat diterima, dengan memohon ampun dan dengan syafaat Nabi (saw), Allah akan mengampuni kalian.

 

Jadi jangan bergaul dengan orang yang akan menunjukkan kepada kalian, “Oh, engkau tidak perlu melakukan semua kewajiban ini, untuk apa?” Kalian akan menjadi orang yang merugi. Kalian akan merugi dengan meninggalkan kewajiban kalian. Berbuat dosa tidak membuat kalian merugi, Allah akan mengampuni. Puasa bukanlah dosa; puasa adalah suatu kewajiban di antara lima rukun Islam, artinya kalian mengambil salah satu tiang utama yang menyangga bangunannya. Bangunan itu akan mulai runtuh. Waspadalah!

 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Fenton, Michigan | 29 Agustus 2011