NewsSUHBAH

Bagian 3: Jangan Malas!

#Seri 6 Pokok Nasihat Mawlana

Wahai anakku, ini yang ketiga.

Jangan malas! Jadilah seperti semut. Jadilah seperti seekor semut yang mengumpulkan makanan di musim panas untuk dimakan di musim dingin; artinya kumpulkan makanan rohaniah di dunia agar kalian dapat memakannya di Akhirat.

 

Jadilah seperti semut, walaupun ia kecil, ia tidak mengatakan, “Aku lelah!” Tidak! Ia terus bergerak dan Allah membimbingnya. Subhanallah, kalian dapat melihat seekor semut bergerak dan datang ke suatu tempat di mana ada makanan. Bagaimana mereka bisa tahu, dan dalam waktu singkat, kalian bisa melihat ratusan semut di sana. Siapa yang membimbing mereka?

 

Jadilah seekor semut dan Allah akan membimbing kalian! Jika kalian arogan, Allah tidak akan membimbing kalian. Jadilah orang yang rendah hati. Jadilah orang yang merendahkan dirinya dan tidak mengangkat kepala untuk mengatakan, “Aku adalah seseorang,” dengan penuh ego, “Aku bagaikan seekor Merak!” “Aku adalah seorang Syekh.” Haa…. siapa yang menjadi Syekh di sini? Taher, ia tidur. Saya tidak tahu, ia tidur dan juga mengetik…. (tertawa) Jangan ketik bagian tadi (tertawa).

 

Wahai anakku, ayam jantan itu lebih baik daripada kalian. Jadilah seperti seekor ayam jantan. Bangunlah di malam hari seperti seekor ayam jantan. Sebelum orang-orang bangun, ia bangun dan kemudian membangunkan orang-orang yang masih tertidur, karena Subuh akan tiba, benar?

 

Artinya jangan tinggalkan perbuatan baik. Jadilah seperti orang yang bangun di malam hari dan duduk sebelum shalat Subuh, shalat tahajjud lalu Subuh kemudian tidur. Jangan melewatkan waktu-waktu terbaik. Jadilah seperti seekor ayam jantan. Jangan menjadi seperti anak ayam. Pria dan wanita, jadilah seperti seekor ayam jantan yang bangun ketika yang lainnya masih tidur. Jadilah seekor ayam jantan untuk membangunkan anak ayam.

 

KIta semua masih seperti anak ayam. Kita belum keluar dari sana. Ketika kalian sudah menjadi seekor ayam jantan, berarti kalian sudah dewasa. Anak ayam belum mencapai level dewasa, kalian belum mencapai level tersebut. Kalian masih berjuang untuk ke sana.

 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani

Fenton, Michigan | 29 Agustus 2011