LatestSUHBAH

dua kalimat yang sangat ringan di lidah tetapi sangat berat di Mizan, “SubhaanAllah wa bi-hamdihi subhaanAllahi ‘l-`Azhiim, astaghfirullah.”

“Kalian ingin yang terbaik?” Saya akan memberi kalian yang terbaik! Dua kalimat, dua kalimat yang sangat ringan di lidah tetapi sangat berat di Mizan, “SubhaanAllah wa bi-hamdihi subhaanAllahi ’l-`Azhiim, astaghfirullah.” Jika kalian membacanya, kalian akan selamat! Jadi, mari kita baca. SubhaanAllah wa bi-hamdihi subhaanAllahi ’l-`Azhiim, astaghfirullah. Allah tidak akan mengeluarkan kalian dari Surga. Dia menciptakan Surga untuk kita semua. Setiap orang mempunyai kursinya masing-masing, tempatnya masing-masing di sana, tetapi gerbang menuju Surga adalah kedua kalimat ini, SubhaanAllah wa bi-hamdihi subhaanAllahi ’l-`Azhiim, astaghfirullah, memuji dan mengagungkan-Nya.

 

Yang terbaik adalah mengagungkan Allah (swt) dan sepanjang hidupnya Rasulullah (saw) mengajari Sahabat (ra) untuk melakukannya dan juga untuk mengucapkan, “Laa ilaaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah.” (Semua orang mengulanginya.) Pada Hari Kiamat Allah (swt) akan meletakkan amal kalian di Mizan, tetapi sebelumnya Dia akan meletakkan bacaan kalian berupa ‘SubhaanAllah wa bi-hamdihi subhaanAllahi ’l-`Azhiim’ di Mizan, dan itu sudah mencakup apa pun yang ada di antara Langit dan Bumi. Jika kalian mengucapkannya satu kali, ia mencakup seluruh Bumi dan seluruh Langit. Itulah sebabnya Nabi (saw) menekankan agar umat mengucapkan, “SubhaanAllah wa bi-hamdihi subhaanAllahi ’l-`Azhiim,” sebagai wirid hariannya bersama dengan istighfaar.

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani