Syaikh Nour Muhammad Kabbani dan Thariqah Naqsybandi Haqqani: Sejarah, Makna, dan Perjalanannya
*Syaikh Nour Muhammad Kabbani dan Thariqah Naqsybandi Haqqani: Sejarah, Makna, dan Perjalanannya*
Thariqah (tarekat) dalam Islam adalah jalan spiritual yang menuntun seorang hamba menuju ma’rifatullah—pengenalan mendalam kepada Allah SWT. Jalan ini dibimbing oleh seorang mursyid, guru rohani yang telah mencapai kesucian hati dan mewarisi ilmu warisan nubuwah. Salah satu tarekat besar dalam dunia tasawuf adalah Thariqah Naqsybandi, khususnya cabangnya pada masa modern yang dikenal sebagai Thariqah Naqsybandi Haqqani.
Salah satu tokoh penting dalam silsilah ini adalah Syaikh Nour Muhammad Kabbani, penerus ajaran dan pewaris spiritual dari Mawlana Syaikh Nazim al-Haqqani dan Mawlana Syaikh Hisham Kabbani. Beliau dikenal sebagai mursyid yang meneruskan jalan Naqsybandi Aliyah dengan visi penuh hikmah, cinta, dan adab.
Tulisan ini menjelaskan:
*1. Apa itu thariqah.*
*2. Sejarah Thariqah Naqsybandi.*
*3. Perkembangan hingga menjadi Thariqah Naqsybandi Haqqani.*
*4. Posisi Syaikh Nour Muhammad Kabbani dalam silsilah.*
*1. Apa itu Thariqah?*
Kata thariqah berarti “jalan”. Dalam tasawuf, thariqah adalah jalan spiritual yang membimbing manusia menuju penyucian hati, pengendalian nafsu, dan kedekatan dengan Allah SWT.
Thariqah mencakup:
a. Silsilah guru yang bersambung
Thariqah yang sah memiliki sanad, yaitu mata rantai guru-murid yang tersambung hingga Rasulullah ﷺ.
b. Pembinaan ruhani
Meliputi dzikir, muraqabah, mujahadah, dan latihan-latihan spiritual.
c. Bimbingan seorang mursyid
Mursyid bukan hanya guru, tetapi pembimbing hati—menuntun murid mendekati Allah dengan aman, tanpa tersesat oleh ego dan godaan syaitan.
d. Pembentukan akhlak
Tasawuf bukan praktik ritual semata, melainkan perubahan karakter menjadi lembut, penuh kasih, jujur, dan beradab.
Thariqah adalah jalan para sahabat, diwariskan dari hati Nabi ﷺ kepada para pewarisnya—para wali dan ulama rabbani.
*2. Sejarah Thariqah Naqsybandi*
Thariqah Naqsybandi adalah salah satu thariqah terbesar dalam dunia Islam, dikenal karena sirr (rahasia) dzikir khafi (dzikir tersembunyi) yang diwariskan dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA.
Sejarahnya berawal dari:
a. Dari Nabi ﷺ kepada Abu Bakar RA
Dzikir khafi (diam dalam hati) diajarkan Nabi kepada Abu Bakar di dalam Gua Tsur, sebagaimana Al-Qur’an menyebutkan:
> “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)
Dari sinilah Naqsybandiyah mengambil sanad zikir tersembunyi.
b. Dari Abu Bakar ke para tabi’in
Mewarisi ajaran kesunyian, kontemplasi, dan kehadiran hati.
c. Puncak kematangan pada masa Baha’uddin Naqsyband
Nama Naqsybandi diambil dari Khwajah Baha’uddin Naqsyband al-Bukhari (717–791 H).
Beliau menyempurnakan metode dzikir hati, muraqabah, dan latihan spiritual yang lembut namun kuat.
Metode beliau dikenal sebagai:
– Khalwat dar anjuman — menyendiri dalam keramaian
– Hosh dar dam — sadar pada setiap hembusan napas
– Nazar bar qadam — menjaga pandangan
– Safar dar watan — perjalanan batin menuju diri sejati
Thariqah ini berkembang pesat di Asia Tengah, Turki, India, Syam, dan kemudian ke seluruh dunia.
*3. Dari Naqsybandi Aliyah Hingga Naqsybandi Haqqani*
Pada abad ke-19 dan 20, muncul para tokoh besar seperti:
– Syaikh Khalid al-Baghdadi
– Syaikh Abdullah ad-Daghestani
– Syaikh Nazim al-Haqqani
Nama Naqsybandi Aliyah merujuk pada jalur yang kuat dalam thariqah ini, berakar pada generasi para khalifah Baha’uddin Naqsyband yang tingkatannya tinggi (aliyah berarti “yang luhur”).
a. Syaikh Abdullah ad-Daghestani
Beliau dianggap sebagai Sultan al-Awliya pada zamannya, guru dari Syaikh Nazim al-Haqqani. Di masa beliau, Thariqah Naqsybandi mengalami penyebaran baru di wilayah Syam.
b. Syaikh Nazim al-Haqqani (1922–2014)
Tokoh global yang membuat thariqah ini dikenal di seluruh dunia, dari Eropa hingga Asia Tenggara.
Ajarannya menekankan:
– cinta,
– kedamaian,
– dzikir,
– adab,
– dan kesiapan menyambut Imam Mahdi.
Dari sinilah thariqah ini dikenal sebagai Thariqah Naqsybandi Haqqani—dinisbahkan kepada gelar kehormatan beliau al-Haqqani, “yang membawa kebenaran”.
c. Perkembangan pada masa kini
Setelah Syaikh Nazim wafat, amanah diteruskan oleh para pewarisnya, di antaranya Syaikh Hisham Kabbani, dan kemudian diteruskan oleh Syaikh Nour Muhammad Kabbani yang secara kebetulan adalah putera beliau.
*4. Syaikh Nour Muhammad Kabbani sebagai Mursyid Naqsybandi Haqqani*
Syaikh Nour Muhammad Kabbani adalah bagian dari warisan spiritual keluarga Kabbani, penerus pesan Mawlana Syaikh Nazim.
Beliau dikenal:
– membawa pendekatan penuh cinta,
– menjelaskan tasawuf dengan bahasa kontemporer,
– menekankan adab dan kelembutan,
– serta menghidupkan kembali tradisi dzikir dan majelis ilmu.
Dalam bimbingannya, Thariqah Naqsybandi Haqqani memasuki fase global baru—mencapai jutaan pengikut di berbagai belahan dunia.
Beliau adalah pewaris yang meneruskan:
– cahaya,
– silsilah,
– metode zikir,
– dan rahasia thariqah Naqsybandi Aliyah Nazimiyah Al Ḥaqqāniyyah.
*Hikmah*
Thariqah Naqsybandi Haqqani adalah kelanjutan dari silsilah agung para wali Allah, dimulai dari Nabi Muhammad ﷺ, melalui Abu Bakar ash-Shiddiq, hingga mencapai Baha’uddin Naqsyband dan diteruskan oleh para awliya besar seperti Syaikh Abdullah ad-Daghestani dan Syaikh Nazim al-Haqqani.
Syaikh Nour Muhammad Kabbani kini melanjutkan cahaya dan ajaran tersebut, membimbing umat dalam perjalanan menuju Allah dengan cinta, adab, dan dzikir.
Thariqah adalah jalan pembersihan hati — jalan untuk mengenal diri, mengenal Allah, dan mengenal Rasul-Nya.
*Diterbitkan oleh: Laskar Sholawat*






Views Today : 68
Views Yesterday : 80
Views Last 7 days : 383
Views Last 30 days : 2188
Views This Month : 1159
Views This Year : 4859
Total views : 4860