LatestSUHBAH

Pelajaran Rendah Hati dari Abu Yazid al-Bistami

Pelajaran Rendah Hati dari Abu Yazid al-Bistami

Bismillahir Rahmanir Rahim

Salah satu tokoh sufi terbesar dalam sejarah dan salah satu mata rantai emas Naqsybandiyah, Abu Yazid al-Bistami, Sultan al-‘Arifin, suatu ketika berjalan melewati sebuah gang sempit bersama para muridnya. Tiba-tiba seekor anjing kecil 🐕 muncul dari ujung gang, terkejut melihat begitu banyak orang. Maka Abu Yazid pun segera menepi untuk memberi jalan pada anjing itu, dan para muridnya ikut melakukan hal yang sama.

Seseorang lalu berkata kepadanya:

“Wahai Abu Yazid, engkau adalah seorang grandshaykh yang mulia, dan engkau berjalan bersama rombongan yang terhormat—mengapa engkau memberi jalan kepada seekor anjing yang kotor?”

Abu Yazid menjawab, dan dalam jawabannya terdapat pelajaran untuk seluruh umat manusia:

“Wahai anakku, ketika anjing itu muncul dan melihat jalannya terhalang oleh begitu banyak sosok yang tampak menggentarkan, ia berkata kepadaku:
‘Wahai Syekh, janganlah engkau sombong karena menjadi seorang syekh dan seorang manusia yang mengira dirimu lebih tinggi dariku. Tidak, engkau harus tahu bahwa kita sama dalam penciptaan. Hanya Sang Pencipta—Tuhanmu dan Tuhanku—yang memberiku bentuk sebagai seekor anjing, dan aku menerima serta ridha dengan ketetapan Tuhanku. Dia memberimu bentuk manusia; engkau tidak menciptakan dirimu sendiri, maka jangan sombong!’”

“Ketika ia ‘berbicara’ kepadaku seperti itu, aku merasa malu di hadapan Tuhanku dan aku pun mengetahui bahwa tidak pantas merendahkan makhluk apa pun, karena Allah-lah yang menciptakan setiap makhluk.”

Pemahaman seperti ini adalah pemahaman Ahlul Haqq, orang-orang yang benar-benar menyerap ajaran Islam secara sempurna; dan pemahaman yang sempurna itu menuntun seseorang untuk menghormati setiap makhluk dan seluruh ciptaan Allah.

— Shaykh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs