SISI GELAP DAN SISI TERANG, SERTA PERJALANAN MENUJU KEHIDUPAN YANG KEKAL
Perjalanan kita adalah untuk berkumpul bersama Rasulullah (saw). Perjalanan seluruh manusia adalah untuk bersama Rasulullah (saw). Beliau mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada kita. Ketika Allah (swt) mengutusnya ke `aalamiin, ke seluruh alam, kepada seluruh manusia, Dia mengutusnya beserta hadiah yang akan diberikan kepada kita. Itu adalah Pemberian dari Sultan. Dia telah memberi jauhar, permata kepada kalian.
Di manakah permata itu? Mereka ada di dalam bumi. Kalian harus menggalinya. Kalian harus menembus gelapnya bumi untuk menemukan permata itu. Apakah kegelapan bumi itu? Itu adalah sifat atau karakteristik dari ego. Karakteristik hewani dari ego, karakteristik setani. Jadi Allah telah meletakkan permata itu di dalam tambang. Mengapa orang-orang menemukan permata di dalam tambang? Mengapa permata-permata itu tidak tumbuh di pepohonan? Kalian harus menggali ke dalam bumi untuk menyingkap permata itu.
Syekh kalian membawa kalian ke dalam kegelapan ego kalian sehingga kalian dapat mengetahui seberapa dalam, seberapa gelap dan seberapa dinginnya ego tersebut. Beliau membawa kalian ke dalam bumi untuk menyingkap permata tersebut. Ketika kalian menyingkap permata itu, kondisinya masih kotor, artinya ia harus dipoles, ia harus dibentuk dan dipersiapkan. Berlian perlu dipersiapkan, emas perlu dimurnikan. Kalian mempunyai sesuatu di dalam sana. Rasulullah (saw) bersabda bahwa manusia adalah tambang. Di dalam tambang ini terdapat permata-permata kalian wahai manusia.
Jadi Allah (swt) telah menciptakan cahaya dan kegelapan. Dengan cahaya Syekh, kalian menembus kegelapan ego kalian. Dan ketika kalian menembus kegelapan ego tersebut, kalian mengalami segala hal yang diinginkan oleh ego kalian. Kalian masuk lebih dalam dan lebih dalam bersama Syekh yang menyalakan lenteranya untuk kalian hingga kalian menemukan permata kalian. Setelah kalian menyingkapnya dan mengeluarkannya, kalian akan meletakkan permata itu di kepala kalian dengan Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim. Itu adalah mahkota kalian. Sekarang kalian sudah pantas untuk bertemu dengan Sultan. Kalian telah menjadi seorang Sultan. Setelah kalian menemukan permata kalian dan mendapati tempat kalian di majelis Sultan, kalian diizinkan untuk bertemu dengan Sultan, mendengar Sultan, dan berkumpul bersama Sultan, Rasulullah (saw).
Shaykh Nour Kabbani
_______
Dallas, Texas, 28 November 2020





Views Today : 76
Views Yesterday : 27
Views Last 7 days : 360
Views Last 30 days : 2187
Views This Month : 1087
Views This Year : 4787
Total views : 4788