Suhbah

Makrifat (Ma‘rifah)

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia melihatmu.”

Karena sesungguhnya engkau selalu berada di bawah rahmat Allah dan dalam perlindungan-Nya.

Ketika engkau mencapai tingkatan ini, pertolongan dan bimbingan Allah (‘inayah) akan menuntunmu. Keadaan ini juga disebut sebagai angin lembut dari Timur (Rīḥ aṣ-Ṣabā), yang dikenal pula sebagai Napas Masa Muda (Souffle de la Jeunesse), sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Busiri dalam syair terkenalnya, Qasidah al-Burdah.

Seiring kemajuan seseorang dalam tingkatan-tingkatan makrifat dan kedekatan kepada Allah serta Rasulullah ﷺ, mereka akan dibawa seakan-akan menaiki permadani ajaib, dibebaskan dari beban-beban duniawi, dan dituntun menuju alam kesempurnaan yang tak terbatas.

Saat itu, ia akan menjadi laksana mercusuar yang memancarkan berbagai warna cahaya, menembus tabir-tabir pengetahuan yang tak berujung. Orang-orang akan datang untuk merasakan manisnya cahaya tersebut, yang berasal dari beragam bintang langit yang terhubung dengan cahaya yang diterimanya melalui “Napas Masa Muda” itu.

Allah ﷻ berfirman:

“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita. Pelita itu berada dalam kaca, dan kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya.”

(QS. An-Nur: 35)

Inilah yang disebut pengetahuan makrifat (ma‘rifah). “Berlari menuju Allah” berarti berlari menuju samudra-samudra kesempurnaan-Nya, samudra-samudra keindahan-Nya, samudra-samudra rahmat-Nya, samudra-samudra cinta-Nya, dan samudra dari Sumber segala sumber.

Mawlana Syekh Hisham Kabbani (q)