KISAH SYAHIDNYA SAYYIDINA HUSAIN (BAGIAN 3)
> Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Meskipun Muawiyah adalah seorang sahabat Nabi ﷺ, beliau bukannya membuat kaum Muslimin memutuskan siapa yang mereka inginkan–dan banyak di antara mereka yang menginginkan Sayyidina Husain, Muawiyah malah memberikannya kepada Yazid, dan setelah Muawiyah wafat, Yazid berada di Syam pada saat itu. Ia mengontrol urusan kaum Muslim dengan sangat ketat. Penduduk Kufah di Irak memanggilnya, begitu pula dengan orang-orang di Syam, mereka memanggil Sayyidina Husain untuk datang dan mengambil alih. Mereka ingin memberikan baiat mereka dan mendukung beliau untuk mengambil alih kepemimpinan umat Islam.
Karena surat-surat yang datang semakin banyak, Sayyidina Husain akhirnya mengutus salah seorang kerabatnya yang terpercaya, Muslim bin Aqil ke Kufah untuk menyelidiki keadaan yang sebenarnya. Beliau ingin memastikan apakah dukungan yang disampaikan dalam surat-surat tersebut benar-benar nyata atau hanya sekadar janji. Setelah tiba di Kufah, Muslim bin Aqil melihat bahwa banyak orang memang menyatakan dukungan kepada Sayyidina Husain dan menginginkan kedatangannya. Karena itu, ia mengirimkan kabar kepada Sayyidina Husain untuk datang karena masyarakat telah siap menyambut dan mendukung beliau. Itulah kesalahan terbesarnya.
Sementara itu, Sayyidina Husain mulai mempersiapkan diri untuk berangkat. Beliau pergi ke Mekah dan dari Mekah ke Kufah. Berita mengenai rencana ini sampai kepada Yazid. Kemudian Yazid mengirim salah seorang panglimanya yang sangat membenci Sayyidina Husain dan tidak memiliki kecintaan kepada Ahlul Bait, bahkan kepada keluarga Nabi dan juga terhadap Islam. Ia haus akan kekuasaan. Jadi Yazid menunjuk orang tersebut, Ubaydullah bin Ziyad untuk menjadi gubernur Kufah. Setibanya di sana, ia mulai menggalang dukungan dari para pemimpin suku. Dengan berbagai pendekatan dan pemberian, ia berusaha menarik mereka agar berpihak kepadanya dan menentang Sayyidina Husain. Akhirnya, ia berhasil memengaruhi banyak orang untuk berbalik arah dan meninggalkan dukungan mereka kepada Sayyidina Husain.
Dalam perkembangan berikutnya, Muslim bin Aqil yang sebelumnya diutus untuk menilai situasi di Kufah mengirimkan kabar kepada Sayyidina Husain bahwa keadaan telah berubah. Dukungan yang semula tampak kuat kini melemah, dan banyak orang telah berpaling. Pesan yang sampai kepada beliau pada intinya adalah agar beliau tidak datang ke Kufah. Namun Sayyidina Husain tetap melanjutkan perjalanan karena merasa telah memberikan komitmen dan tidak ingin mundur dari langkah yang telah diambil. Perjalanan itu akhirnya membawa beliau hingga ke Karbala.
Sumber: sufilive.com





Views Today : 19
Views Yesterday : 49
Views Last 7 days : 474
Views Last 30 days : 2177
Views This Month : 665
Views This Year : 4365
Total views : 4366