Bekerja Tanpa Rasa Khawatir
*Bekerja Tanpa Rasa Khawatir*
“Sayyidinā Syekh Syarafuddīn ق, Grandsyekh agung kita, tinggal di sebuah kota perbatasan Turki bernama Rashadiyya. Pada masa beliau, yaitu pada era Kesultanan Utsmaniyah, pasukan musuh yang menyerbu sedang mendekati wilayah tersebut. Penduduk desa datang kepada beliau meminta nasihat seraya berkata,
“Pasukan mereka tinggal dua malam perjalanan lagi dari tempat kita! Haruskah kami meninggalkan desa ini?”
Beliau menjawab,
“Tidak. Pergilah dan tanamlah tanaman kalian.”
Mereka sangat terkejut.
“Menanam benih kami?” tanya mereka.
“Ya, kalian berada dalam keadaan aman,” jawab beliau. “Jangan mengkhawatirkan musuh. Pergilah dan tanamlah benih-benih kalian.”
Mereka pun mengikuti nasihat beliau dan menanam tanaman mereka. Keesokan harinya, pasukan musuh semakin mendekat. Penduduk desa kembali menemui Syekh Syarafuddīn ق dan bertanya apa yang harus mereka lakukan.
Kali ini beliau berkata,
“Tinggalkan desa itu.”
Mereka pun keheranan dan berkata,
“Mengapa? Bukankah kami sudah menanam benih-benih itu sebagaimana yang engkau perintahkan?”
Syekh Syarafuddīn ق menjawab,
“Janganlah bermalas-malasan! Allah telah memberikan pekerjaan kepadamu di dunia ini, maka selesaikanlah tugas itu.”
Pelajaran dari kisah ini adalah bagaimana kita mendisiplinkan diri untuk kehidupan akhirat. Allah telah menetapkan berbagai kewajiban bagi kita di dunia, seperti mengurus keluarga, menjaga kesehatan, dan menunaikan kewajiban agama. Mempersiapkan kehidupan akhirat bukanlah sekadar duduk memegang tasbih, berdoa, dan membaca Al-Qur’an. Sebab Nabi ﷺ bersabda,
“Allah Yang Mahatinggi mencintai seorang mukmin yang menekuni pekerjaan yang halal untuk mencari nafkah.”
Apabila kita menunaikan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah, kita tidak perlu mengkhawatirkan masa depan. Allah-lah yang mengurusnya. Yang dituntut dari kita adalah berusaha sebaik mungkin, bekerja, mencukupi kebutuhan keluarga, dan hidup sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan kepada kita.
Apabila engkau memiliki sifat *qanā‘ah* (merasa cukup dan ridha), engkau tidak akan diliputi kekhawatiran. Dan ketika engkau tidak lagi khawatir, engkau tidak akan terjerumus ke dalam kesedihan atau depresi.
~ Mawlana Shaykh Hisham Kabbani dalam bukunya Sufi Science of Self Realization





Views Today : 18
Views Yesterday : 168
Views Last 7 days : 494
Views Last 30 days : 2038
Views This Month : 209
Views This Year : 3909
Total views : 3910