Cahaya Ruhmu
Pendekatan kepada Tuhanmu terjadi melalui syekhmu dan melalui Rasulullah ﷺ.
Syekh membimbingmu menuju suatu maqam (tingkatan spiritual) di mana engkau tidak melihat, mendengar, atau merasakan apa pun selain yang memancar dari Sayyidina Muhammad ﷺ.
Kemudian beliau membawamu menuju maqam di mana engkau tidak melihat, mendengar, atau merasakan apa pun selain yang berasal dari Allah ﷻ. Inilah yang disebut peleburan terakhir dalam samudra Sang Kekasih ﷺ (fanā’ fi ’llāh, fanā’ fi ’l-Ḥabīb).
Syekh yang membimbingmu menuju keadaan ini adalah cahaya ruhmu. Ketika ruhmu diciptakan, ruhmu telah bercampur dengan ruh syekhmu. Ia adalah kehidupan ruhmu (ḥayāt rūḥik), dan ruhnya adalah rahasia hakikat dirimu.
Karena hakikatmu berasal dari ruhnya; ruhmu telah ditetapkan bersamanya pada Hari Perjanjian (Yawm al-Alast). Melalui dirinya engkau memahami hakikat dirimu, dan dari hakikatnya mengalir pengetahuan serta pemahaman tentang alam semesta.
Tidak ada sesuatu pun yang terpisah dari hakikat tersebut. Sebagaimana ruhnya adalah rahasia hakikatmu, dan hakikatnya adalah sumber pengetahuan tentang apa yang mengelilingimu, maka ruhnya sendiri berasal dari hakikat Rasulullah ﷺ.
Dengan demikian, ini bagaikan sebuah rantai yang saling terhubung. Kedudukannya bagimu seperti kedudukan Rasulullah ﷺ baginya. Ia adalah kehidupan ruhmu, sebagaimana Rasulullah ﷺ adalah kehidupan ruhnya, dan ruh Rasulullah ﷺ berasal dari Allah ﷻ.
Pengetahuan semacam ini hanya dapat dipahami dan diterima melalui keadaan rendah hati dan tawaduk.
— Mawlana Syekh Hisham Kabbani (q)





Views Today : 58
Views Yesterday : 168
Views Last 7 days : 447
Views Last 30 days : 2052
Views This Month : 249
Views This Year : 3949
Total views : 3950