Suhbah

Jalanilah hidup dengan sederhana dan penuh keteguhan

📗 “Jalanilah hidup dengan sederhana dan penuh keteguhan, karena kenikmatan tidak akan kekal selamanya.”

أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَسَلِّم

الرَّحْمَنُ عَلَّمَ الْقُرْآنَ خَلَقَ الْإِنسَانَ

“Yang Maha Pengasih. Dialah yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia.”
(QS. Ar-Rahman: 1–3)

Dari rahmat-Nya, Allah telah mengajarkan Al-Qur’an kepadamu dan kepada semua orang. Karena itu, jangan berkata, “Aku yang mengajarkan Al-Qur’an.” Sesungguhnya Allah-lah yang mendorongmu untuk belajar dan menghafalnya, dan dari situlah datang keberkahan. Tidak pantas menjadikan bacaan Al-Qur’an sebagai sarana mencari keuntungan duniawi.

Sebagian orang memperdebatkan masalah upah untuk membaca Al-Qur’an. Ketika Sayyidah Fatimah az-Zahra menikah dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, mereka hanya memiliki satu bantal dan selembar kulit sapi sebagai alas tidur. Tidak ada kasur mewah atau bantal empuk berisi bulu, hanya alas yang sangat sederhana.

Demikian pula, kasur Rasulullah ﷺ terbuat dari serat dan jerami. Bandingkan dengan kehidupan kita hari ini. Berapa kali kita mengganti kasur? Yang satu dianggap nyaman, yang lain dianggap kurang nyaman. Padahal, tidur di lantai pun bisa menjadi latihan kesederhanaan. Kita tidak mendidik diri kita untuk hidup sederhana. Karena itulah Rasulullah ﷺ bersabda:

اخشوشنوا فإن النعم لن تدوم

“Jalanilah hidup dengan sederhana dan penuh keteguhan, karena kenikmatan tidak akan kekal selamanya.”
(Riwayat Ibn Abi Shaybah dan At-Tabarani dengan redaksi yang berbeda)

Hiduplah dengan sederhana. Jangan selalu mencari kemewahan dan kenyamanan yang berlebihan. Nikmat yang ada pada kita hari ini belum tentu tetap ada esok hari. Hari ini seseorang memiliki harta, esok bisa jadi tidak. Karena itu, biasakan diri hidup apa adanya dan tidak bergantung pada kemewahan.

Satu bantal sudah cukup, tetapi ketika mendapatkan dua bantal, manusia sering menginginkan tiga. Bukankah demikian? Sangat sedikit yang benar-benar merasa cukup dengan apa yang Allah berikan.

Padahal Allah ﷻ telah menganugerahkan begitu banyak nikmat: rumah, kendaraan, rezeki, keluarga, dan kebahagiaan. Maka marilah kita senantiasa mengucapkan:

الحمد لله رب العالمين

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Alhamdulillah, semua orang yang berada di sekitar kita dan para pengikut Mawlana Shaykh Nazim (q) hidup dalam rasa syukur dan kebahagiaan atas apa yang telah Allah karuniakan kepada mereka.

🌹 Shaykh Hisham Kabbani
8 Juni 2017, Fenton Zawiya

#sufilive 💚🤲