Rahasia Shalawat Menurut Para Awliya Allah
📗 *Rahasia Shalawat Menurut Para Awliya Allah*
Sayyiduna Sulṭān al-Awliyāʾ[Syekh `Abd Allah al-Daghistani] berkata bahwa ketika Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi kita (saw), mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami bershalawat dan memberi salam kepadamu?” Maka Rasulullah (saw) mengajarkan mereka, “Ucapkanlah, ‘ Allāhumma shalli `alā Muḥammadin wa `alā āli Muḥammadin wa sallim .'” Ini adalah pengajaran langsung dari Rasul. Dan memang ada berbagai macam bentuk dan lafaz shalawat yang mulia, tidak ada larangan dalam bershalawat dan memberi salam kepadanya. Namun, menurut para masyāyikh kita yang mulia, ajaran Nabi adalah yang paling utama: Allāhumma shalli `alā Muḥammadin wa `alā āli Muḥammadin wa sallim.
Syekh kita mengatakan bahwa makna dari shalawat adalah memuliakan Nabi . Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk memuliakan dan menghormati Sayyidina Muhammad (saw). Mawlana berkata bahwa sejauh mana kita memuliakan Sayyidina Muhammad, sejauh itulah kita memperoleh keridaan Allah ‘Azza wa Jalla. Ini adalah kabar yang penting, oleh karena itu, madzhab Ahli Haqiqah adalah memuliakan Rasul (saw).
Semakin banyak kita bershalawat kepada Rasulullah, semakin banyak pula karunia yang kita dapatkan dari Allah. Oleh karena itu, siapa yang bershalawat kepada Nabi (ﷺ) setiap hari dengan jumlah tertentu—bahkan jika ia bershalawat seribu kali—maka Allah menjanjikan bahwa ia tidak akan merasakan kesempitan, baik di dunia maupun di akhirat. Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka; ia tidak akan tersentuh oleh api dunia maupun api akhirat, dan ia akan dijaga dari berbagai fitnah. Sayyiduna Syekh berkata bahwa al-Mujāhid al-A`zham memiliki kebiasaan membaca seribu shalawat kepada Nabi setiap hari, dan bahkan napas yang ia hembuskan saat tidur lebih utama dan lebih baik daripada ibadah seluruh orang awam.
Sayyiduna Syekh juga berkata bahwa orang-orang yang memiliki tekad kuat ( ahl al-ʿazīmah ) pada hari Senin, Kamis, dan Jumat—tiga hari atau malamnya—membiasakan diri dengan seribu shalawat . Dan jika mereka ingin menambah lebih dari seribu shalawat di malam hari (selain siang), maka Allah menciptakan dari setiap shalawat satu malaikat dengan kekuasaan-Nya. Malaikat itu memiliki 70.000 sayap, pada setiap sayap terdapat 70.000 kepala, dan pada setiap kepala terdapat 70.000 lidah. Malaikat itu kemudian menyelam ke dalam lautan Nabi (saw), lalu keluar dan menggoyangkan bulunya. Dari setiap tetesan yang jatuh dari bulu malaikat itu, Allah menciptakan malaikat lain yang terus-menerus bershalawat kepada Nabi sampai Hari Kiamat. Keutamaan-keutamaan tersebut diberikan dan dicatat dalam lembaran amal hamba yang bershalawat itu. Keutamaan ini masih berlaku hingga saat ini.
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
Anwarul Hidayah Vol.1





Views Today : 1
Views Yesterday : 153
Views Last 7 days : 577
Views Last 30 days : 649
Views This Month : 649
Views This Year : 649
Total views : 650