KISAH SYAHIDNYA SAYYIDINA HUSAIN (BAGIAN 1)
Hari ini adalah malam peringatan syahidnya Sayyidina al-Husain ‘alaihissalam di Karbala. Untuk menunjukkan ketulusan dan kecintaan kita kepada Sayyidina al-Husain serta kepada Rasulullah ﷺ, kita melakukan zikir kepada Allah.
(Khatm al-Khwajagan)
Insya Allah, para sahabat Nabi ﷺ yang telah mengorbankan jiwa mereka telah berjuang demi sampainya Islam kepada kita. Seandainya bukan karena pengorbanan mereka, niscaya kita tidak akan dapat mencapai apa yang telah kita capai hari ini. Semua itu merupakan keberkahan Rasulullah ﷺ, keberkahan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum, keberkahan keluarga beliau, serta karunia kekuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada beliau. Karena itu, kita membaca doa-doa yang berasal dari *Du‘a al-Ma’tsur* (Doa Agung Sultan al-Awliya), yaitu doa-doa yang telah dibaca selama bertahun-tahun, bahkan selama berabad-abad, khususnya pada kesempatan Hari Asyura.
_A‘ūdzu billāhi mina asy-syayṭāni ar-rajīm._
(Du‘a al-Ma’tsur)
Insya Allah, semua terjadi sesuai dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, sesuai iradah dan ketetapan-Nya. Hari Asyura adalah hari di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Adam ke bumi. Hari Asyura juga bertepatan dengan hari Jumat. Pada hari tersebut Allah menyelamatkan Sayyidina Nuh bersama bahteranya. Pada hari itu pula Allah menyelamatkan Sayyidina Ibrahim dari Namrud. Pada hari itu Allah menyelamatkan Sayyidina Musa dari Fir’aun, dan menyelamatkan Sayyidina Isa dari orang-orang yang hendak membunuh beliau. Pada hari itu Nabi ﷺ memasuki Madinah, yaitu saat Islam telah mulai tegak dan berbagai urusan telah tertata. Madinah menjadi kota Islam pertama di dunia.
Atas kehendak Allah (swt) Sayyidina Umar ditikam, Sayyidina Utsman ditikam, Sayyidina Ali dibunuh, Sayyidina Hasan dibunuh, Sayyidina Husain dibunuh. Perhatikanlah Ahlul Bait, keluarga Rasulullah ﷺ, mereka semua adalah keluarga Nabi (saw). Sayyidina Umar menikahi putri Rasulullah ﷺ. Sayyidina Utsman menikahi salah satu putri Rasulullah ﷺ, dan setelah istrinya wafat, beliau menikahi putri Rasulullah yang lainnya. Sayyidina Ali mendapatkan kemuliaan dengan menikahi wanita terbaik yang Allah ciptakan, yaitu Sayyidah Fatimah az-Zahra. Namun beliau juga wafat tidak lama setelah Rasulullah ﷺ, sekitar enam bulan kemudian. Demikian pula Sayyidina Hasan, Sayyidina Husain, para sahabat Nabi, istri-istri Nabi, Ahlul Bait Nabi, dan putri-putri beliau.
Sementara kita hidup dalam keadaan damai, tenteram, dan bahagia, kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Allah telah membawa kita dari ketiadaan menuju keberadaan, dan menganugerahkan kepada kita berbagai karunia, setidaknya ketenangan hati dan ketenteraman pikiran. Banyak orang di berbagai negeri masih menghadapi berbagai kesulitan, kemiskinan, dan masalah yang berat. Maka hendaknya kita selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita. Semoga Allah mengampuni kita dan semoga Allah memberkahi kita.
Sumber : sufilive.com





Views Today : 18
Views Yesterday : 49
Views Last 7 days : 473
Views Last 30 days : 2176
Views This Month : 664
Views This Year : 4364
Total views : 4365